Survei Ipsos: Keamanan Jadi Faktor Utama Masyarakat Memilih Bank Digital
Senin, 13 Jul 2026, 17:38 WIBJAKARTAâ Keamanan kini menjadi pertimbangan utama masyarakat Indonesia dalam memilih layanan bank digital. Di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital, konsumen tidak lagi hanya mengejar kemudahan transaksi atau berbagai promo yang ditawarkan, tetapi juga semakin mengutamakan perlindungan data, stabilitas layanan, serta kepercayaan terhadap produk simpanan.
Hal itu terungkap dalam Survei Ipsos Indonesia 2026 mengenai perkembangan perilaku konsumen terhadap layanan bank digital. Hasil survei menunjukkan sebanyak 65 persen responden menempatkan sistem keamanan dan perlindungan privasi data sebagai alasan utama dalam memilih bank digital. Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan responden yang memilih bank digital karena menawarkan promo, diskon, atau cashback yang mencapai 54 persen.
Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla mengatakan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aspek keamanan menunjukkan semakin matangnya perilaku konsumen dalam menggunakan layanan keuangan digital.
Menurutnya, keamanan saat ini tidak lagi dipahami hanya sebagai perlindungan data pribadi, tetapi juga mencakup kepercayaan terhadap produk, stabilitas layanan, kemudahan mengakses dana, hingga keandalan transaksi yang dilakukan melalui aplikasi.
"Seiring berkembangnya ekosistem perbankan digital di Indonesia, konsumen semakin memahami bahwa keamanan bukan hanya soal perlindungan data. Kepercayaan terhadap produk, stabilitas layanan, kemudahan akses dana, dan keandalan transaksi menjadi faktor utama yang membentuk keyakinan mereka dalam memilih bank digital," ujar Hansal Savla melalui siaran pers pada hari Senin (13/7).
Kepercayaan terhadap produk simpanan
Survei tersebut juga menemukan bahwa rasa aman masyarakat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan terhadap produk simpanan yang ditawarkan bank digital, meskipun seluruh bank yang disurvei telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan simpanannya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pada kategori produk tabungan dan deposito yang dinilai paling aman dan terpercaya, SeaBank memperoleh skor tertinggi sebesar 69 persen. Posisi berikutnya ditempati Bank Jago dengan 56 persen, disusul SuperBank 53 persen, NeoBank 47 persen, dan AlloBank 45 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa persepsi keamanan tidak hanya dibentuk oleh fitur keamanan digital, tetapi juga oleh keyakinan nasabah bahwa dana mereka tersimpan dengan aman dan dikelola secara terpercaya.
Stabilitas aplikasi turut memengaruhi rasa aman
Selain produk simpanan, pengalaman menggunakan aplikasi juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap bank digital. Aplikasi yang berjalan stabil dan minim gangguan dinilai mampu meningkatkan rasa aman ketika nasabah melakukan transaksi maupun mengakses layanan perbankan sehari-hari.
Dalam aspek ini, SeaBank kembali memperoleh penilaian tertinggi dengan skor 66 persen. Selanjutnya disusul Bank Jago sebesar 51 persen, SuperBank 47 persen, NeoBank 43 persen, dan AlloBank 26 persen.
Menurut Ipsos, stabilitas aplikasi menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk pengalaman positif pengguna. Semakin kecil gangguan teknis yang dialami nasabah, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan mereka terhadap layanan bank digital yang digunakan.
Kemudahan mengakses dana menjadi nilai tambah
Faktor lain yang dinilai memperkuat kepercayaan konsumen adalah kemudahan mengelola serta mengakses dana yang tersimpan. Masyarakat menilai proses pencairan deposito yang mudah serta pilihan tenor yang beragam memberikan fleksibilitas sekaligus rasa nyaman dalam mengelola keuangan mereka.
Pada kategori ini, SeaBank kembali berada di posisi teratas dengan skor 71 persen. Di bawahnya terdapat Bank Jago dengan 57 persen, NeoBank 53 persen, SuperBank 51 persen, dan AlloBank 34 persen.
Ipsos menilai kemudahan akses terhadap dana kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai fitur layanan, melainkan telah menjadi bagian dari persepsi keamanan. Nasabah merasa memiliki kontrol yang lebih besar terhadap dana mereka ketika proses pencairan maupun pengelolaan simpanan dapat dilakukan dengan mudah.
Perilaku konsumen semakin matang
Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen Indonesia dalam memilih layanan perbankan digital. Jika sebelumnya promosi dan keuntungan finansial menjadi daya tarik utama, kini faktor keamanan, kepercayaan, serta kualitas layanan menjadi pertimbangan yang lebih dominan.
Temuan tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa keamanan digital merupakan aspek penting dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Kepercayaan terhadap produk simpanan, aplikasi yang stabil, serta kemudahan mengakses dana menjadi kombinasi faktor yang menentukan pilihan konsumen terhadap sebuah bank digital.
Ia menerangkan, survei Ipsos Indonesia dilakukan pada April 2026 menggunakan metode daring melalui panel digital Ipsos. Penelitian melibatkan 300 responden berusia 18 hingga 55 tahun yang merupakan pengguna aktif bank digital dengan frekuensi penggunaan minimal satu kali setiap bulan. Responden berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, meliputi Jabodetabek, Jawa di luar
- Fintech
- OJK
- LPS
- Bank Digital
- bank jago
- Aplikasi Perbankan
- Superbank
- perbankan digital
- SeaBank Indonesia
- Keamanan Digital
- survei konsumen
- Survei Ipsos Indonesia
- Keuangan Digital
- Tabungan Digital
- Survei Ipsos 2026
- NeoBank
- AlloBank
- Privasi Data
- Deposito Digital
- Industri Perbankan Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.