Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Bantul Optimalkan Pemanfaatan Dana Non-APBD untuk Atasi Kemiskinan

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 13:23 WIB | Oleh:
Pemkab Bantul Optimalkan Pemanfaatan Dana Non-APBD untuk Atasi Kemiskinan Doc: antara foto
Ket. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Rabu (7/1).

BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan mengoptimalkan pemanfaatan dana baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun bukan dari APBD dalam menanggulangi angka kemiskinan di daerah itu.

"Pengurangan angka kemiskinan dari sisi anggaran, walaupun APBD kita di 2026 menurun, kita bisa mengoptimalkan pemanfaatan non-APBD, dari CSR, hibah pihak swasta, Baznas, meskipun juga dari APBD masih kita alokasikan," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Rabu (7/1).

Menurut dia, angka kemiskinan di Bantul hingga akhir 2025 masih di atas dua digit yaitu sekitar 11 persen dari total penduduk Bantul yang hampir satu juta jiwa. Melalui optimalisasi dana non-APBD maupun dari APBD tersebut, kata dia, diharapkan angka kemiskinan bisa turun menjadi di bawah dua digit.

"Optimalisasi sumber sumber non-APBD itu kita tingkatkan untuk mengentaskan kemiskinan, yang kita harapkan nanti turun di bawah dua digit, posisi sekarang masih sekitar 11 persen, nanti di 2026 mudah mudahan bisa mencapai di bawah 10 persen," katanya.

Berbagai program penanggulangan kemiskinan di Bantul akan diampu langsung instansi terkait, kata dia, termasuk semua pemerintah kelurahan di Bantul yang berjumlah 75 desa melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Pedukuhan (P2BMP) untuk tiap pedukuhan.

"Kelurahan punya peran untuk itu, karena kelurahan itu juga memiliki anggaran untuk penanggulangan kemiskinan, melalui Program P2BMP yang kita mandatkan 40 persen dari alokasi dana untuk penanggulangan kemiskinan," katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, meskipun anggaran P2BMP yang dikelola kelurahan pada 2026 turun menjadi Rp40 juta dari sebelumnya Rp50 juta tiap pedukuhan, namun sesuai aturan atau mandat, sebesar 40 persen untuk kegiatan pengentasan kemiskinan.

"Mandatnya itu berapapun anggaran P2BMP, 40 persen itu harus digunakan untuk penanggulangan kemiskinan. Disamping kelurahan sendiri mempunyai Dana Desa, walaupun berkurang tapi pasti bisa mengalokasikan untuk itu," katanya.

Bupati Halim juga mengatakan sudah ada ketentuan yang mengatur tentang belanja apa saja yang harus dilakukan desa dalam program pemberdayaan masyarakat tersebut, sehingga meskipun dana berkurang kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat tetap berlanjut.

"Jadi, harapannya dari adanya turbulensi anggaran ini kita tetap bisa memberikan layanan publik yang baik, dan pamong pamong harus lebih ditingkatkan kesabaran, ketahanan. Inilah momentum untuk memberikan loyalitas yang lebih kuat kepada bangsa dan negara," kata Bupati Abdul Halim Muslih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

56 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.