BPS: Harga Beras Masih Cenderung Naik
Rabu, 07 Jan 2026, 14:48 WIBJAKARTA - Harga beras di tingkat konsumen masih mengalami kenaikan untuk semua jenis beras.Kondisi ini sejalan dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kenaikan harga beras pada Desember 2025.
âKenaikan harga beras sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2025. Kenaikan harganya antara 200 hingga 400 rupiah per kilogram,â kata pedagang beras di Pasar Lenteng, Jakarta Selatan bernama Timan, Selasa (6/1).
Menurut Timan, harga beras medium yang paling murah harganya Rp12.500 per liter. Sedangkan beras premium yang paling murah harganya Rp13.500 per liter.
Timan mengaku tidak tahu penyebab harga beras masih naik,karena kalau dari sisi pasokan tidak ada masalah. Menurut dia, harga beras sudah naik sejak ia beli di pasar induk beras Cipinang.
Kenaikan harga beras, kata Timan, membuat bingung para pedagang karena pedagang punya kewajiban mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah.
âHarapannya kembali kembali seperti dulu saja, harga naik ya naik, harga turun ya turun. Tidak mengikuti HET pemerintah, karena kalau harga berasnya naik bingung menyesuaikannya dengan HET,â ucap Timan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporannya Senin (5/1) mencatat kenaikan harga beras di bulan Desember 2025. Kenaikan harga terjadi mulai dari tingkat penggilingan hingga eceran untuk semua jenis beras.
Di tingkat penggilingan, harga beras naik 1,26 persen secara bulanan dan naik 6,38 persen secara tahunan. âBerdasarkan kualitasnya, harga beras premium naik 2,62 persen secara bulanan, dan naik 6,92 persen secara tahunan,â kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini.
Sedangkan beras medium di tingkat penggilingan, harganya naik 0,67 persen secara bulanan, dan naik 6,72 persen secara tahunan. Ditingkat grosir harga beras naik 0,22 persen secara bulanan, dan naik 5 persen secara tahunan.
Di tingkat eceran,harga beras naik 0,18 persen secara bulanan, dan naik 3,64 persen secara tahunan.BPS juga menyebutkan potensi produksi beras pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan sebanyak 6,23 juta ton.
âJumlah itu meningkat sekitar 32,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga stok beras di awal tahun 2026 kemungkinan akan berlimpahâ kata Pudji. ils/I-1
- Harga Beras
- Badan Pusat Statistik (BPS)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Peluang Kerja Kaum Disabilitas Perlu Diperluas
-
DKP Mataram: Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pokok melalui GPM
-
Darurat di Laut Banggai! Kapal Motor Mati Mesin, KN SAR Dikerahkan Basarnas
-
Dukung Petani Lokal, Sri Lanka Kembangkan 'Drone' Pertanian
-
Dugaan Curang Beras Fortifikasi Bikin Konsumen Rugi Rp89 Triliun, Ini Kata Kepala Bapanas
-
91 Persen Rumah Tak Layak Huni di Papua Pegunungan, Pemerintah Siapkan Rp1,5 T Bangun 2.200 Rumah
-
PSS Sleman Siap Bikin Kejutan! Madura United Jadi Ujian Berat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.