Bantul Alokasikan Dana APBD 2026 untuk Pulihkan Infrastruktur Terdampak Cuaca Ekstrem
Rabu, 07 Jan 2026, 17:15 WIBBANTUL - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bantul pada penghujung 2025 meninggalkan kerusakan serius pada sejumlah sarana publik. Untuk memulihkan akses dan keselamatan warga, Pemerintah Kabupaten Bantul merencanakan pengucuran anggaran miliaran rupiah dari APBD 2026 guna membenahi infrastruktur yang terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amirudin mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menindaklanjuti kerusakan akibat peristiwa cuaca ekstrem yang terjadi pada 26â27 Desember 2025.
"Hasil rapat, kita membuat notulensi, kajian dan permohonan untuk kita lakukan pembenahan. Kalau dalam rapat pembahasan itu anggaran yang kita ajukan sekitar Rp2,3 miliar dari APBD 2026, untuk kebutuhan perbaikan di beberapa titik," katanya di Bantul, Rabu.
Ia menjelaskan, usulan anggaran tersebut disiapkan untuk pekerjaan rehabilitasi di 11 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan. Di wilayah Selopamioro, Imogiri, tercatat tiga lokasi terdampak, yakni jalan longsor di Lemah Rubuh, kerusakan talud di Jalan Siluk, serta longsoran jalan di Kedung Jati.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada jembatan di Donotirto, Kretek, talud di Srigading, Sanden, serta ruas jalan yang ambles di Sompok, Sriharjo, Imogiri. Selain itu, pemerintah daerah turut mengajukan pembenahan satu titik fasilitas umum di Srimartani, Piyungan.
"Ini baru proses pembahasan di pemerintah daerah, namun hitungan teknis dari kami dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) sudah kita hitung kebutuhannya, dan ini proses pembahasan di pemda untuk persetujuannya," katanya.
Menurut Mujahid, jadwal pelaksanaan perbaikan belum dapat dipastikan karena masih menunggu keputusan final dari hasil pembahasan lanjutan di tingkat pemerintah daerah.
"Harapannya pembahasan segera final, karena sudah dikaji pemerintah daerah, nanti kalau sudah clear teman-teman DPUPKP akan melaksanakan kegiatan ini (pembenahan), saat ini sudah pembahasan teknis, kalau sudah ada kesepakatan segera ditangani," katanya.
BPBD Bantul, lanjut Mujahid, terus mengawal proses tersebut agar penanganan dampak cuaca ekstrem dapat dilakukan secepat mungkin. Infrastruktur yang rusak dinilai memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Seperti tahap pertama, pemda sigap merespons dengan langsung melakukan rehabilitasi, seperti jalan ambles di Srikeminut, Sriharjo. Kalau ini kami masih menunggu kajian teknis, harapannya dalam minggu ini bisa ada persetujuan," katanya.
Berita Terkait:
-
Bantul Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Kebijakan dan Sistem Digital
-
Serat Palilah Diserahkan, Warga Pedak Baru Bantul Dapat Kepastian Tinggal
-
Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Santai: Indonesia Sudah Punya Pengalaman
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
IPN Gandeng Unhas dan Perusahaan Tiongkok, Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektare
-
Perlu Antisipasi Dini Risiko Stagflasi Global
-
Pemkot Tangerang Optimalkan Literasi Bergerak untuk Edukasi PP Tunas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.