Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

99 Obyek Wisata Modal Besar Rejang Lebong Tingkatkan PAD Pariwisata

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 16:05 WIB | Oleh:
99 Obyek Wisata Modal Besar Rejang Lebong Tingkatkan PAD Pariwisata Doc: ANTARA/Nur Muhamad
Ket. Pengunjung wisata Danau Mas Harun Bastari (DMHB) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu bermain kano yang disediakan pengelola tempat wisata itu.

Rejang Lebong, Bengkulu -- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menilai keberadaan 99 objek wisata yang tersebar di 15 kecamatan menjadi modal besar untuk meningkatkan penerimaan asli daerah (PAD) sektor pariwisata ke depan.

Kepala Dispar Rejang Lebong Riki Irawan mengatakan realisasi PAD sektor pariwisata pada 2025 mencapai Rp164 juta atau 67,1 persen dari target Rp245 juta. Capaian tersebut, meski belum memenuhi target, tetap menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran Rp150 juta.

“PAD sektor pariwisata tahun 2025 memang belum optimal, namun realisasinya sudah melampaui capaian tahun sebelumnya,” kata Riki di Rejang Lebong, Selasa.

Ia mengatakan, sumber PAD sektor pariwisata selama ini masih bertumpu pada dua objek wisata unggulan milik pemerintah daerah, yakni Danau Mas Harun Bastari (DMHB) dan Suban Air Panas. Kedua destinasi tersebut juga tidak beroperasi penuh sepanjang 2025 akibat sejumlah pembatasan aktivitas.

Objek wisata Suban Air Panas di Kecamatan Curup Timur, kata dia, sempat ditutup cukup lama menyusul adanya insiden pengunjung meninggal dunia. Sementara kawasan Diklat DMHB mengalami alih fungsi dan mulai 2026 akan digunakan sebagai Sekolah Garuda.

“PAD dari objek wisata swasta belum sepenuhnya bisa diakomodasi dan diserap,” ujarnya.

Meski demikian, Riki menyebut jumlah kunjungan wisatawan ke Rejang Lebong sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2024, terutama pada momen hari besar dan libur Natal dan Tahun Baru.

“Meskipun peningkatan kunjungan tersebut belum berdampak langsung terhadap PAD, kehadiran wisatawan telah menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi wisata,” tambahnya.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Dispar Rejang Lebong ke depan akan menjalin kerja sama dengan pengelola objek wisata swasta, mengingat jumlah destinasi wisata di daerah itu mencapai 99 lokasi.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi bersama perangkat daerah terkait guna menyusun langkah strategis agar PAD sektor pariwisata pada 2026 dapat meningkat lebih optimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.