MBG Mulai 8 Januari, BGN Harap SOP Ditegakkan
Selasa, 06 Jan 2026, 03:03 WIBJAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 akan berjalan seperti biasa, tetapi tetap dengan berbagai persiapan penting agar penyaluran sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
âTidak ada arahan khusus, Insyaallah akan berjalan seperti biasa,â katanya saat dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (5/1).
Nanik mengemukakan, sejauh ini belum ada perubahan jadwal untuk MBG tahun 2026 di sekolah, masih sesuai jadwal yang ditentukan, serempak pada 8 Januari 2026 mendatang. âBelum ada perubahan, masih sesuai jadwal,â ujar dia.
Sebelumnya, BGN mencatat telah membangun 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama tahun 2025 untuk mendukung Program MBG.
Pada tahap awal pelaksanaan BGN hanya memulai dengan 190 SPPG untuk membangun fondasi layanan. Capaian tersebut menjadi pijakan awal pelaksanaan MBG pada tahun 2026.
BGN mulai 8 Januari 2026 akan menjalankan kembali Program MBG secara serentak dan melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia. âTahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,â ujar Kepala BGN Dadan Hindayana.
Program MBG di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dialihkan untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi, juga terbukti tetap menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Pangan Lokal
Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengembangan sorgum di Kabupaten Karawang dan Kota Bandung, sebagai salah satu contoh penguatan pangan lokal yang dibangun secara terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi pengolahan yang akan mendukung program MBG.
âDi wilayah ini, sorgum dikembangkan sebagai komoditas adaptif yang mampu diolah menjadi beragam produk pangan dengan nilai ekonomi lebih tinggi,â kata Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto dalam keterangan di Jakarta, kemarin.
Ia menegaskan Bapanas terus memperkuat penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi pengolahan. Langkah itu untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pangan lokal, sekaligus memperkuat mata rantai pangan dari hulu hingga hilir agar berdampak langsung bagi petani dan pelaku usaha.
Andriko menyampaikan penguatan pangan lokal perlu ditopang oleh teknologi agar komoditas tidak berhenti sebagai bahan baku.
âKita baru saja mengunjungi dua tempat pengolahan sorgum di Karawang dan Bandung, pengembangan sorgum ini akan kita bangun dari hulu sampai hilir. Petani memproduksi, hasilnya diserap oleh UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), lalu diolah menjadi produk pangan siap konsumsi yang bernilai tambah,â ujar Andriko.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bapanas memfasilitasi pengolahan pascapanen melalui penyediaan alat perontok, penyosoh, penepung, pengering, hingga peralatan pendukung lainnya.
Menurut dia, penguatan itu mendorong UMKM sorgum di Karawang mampu memproduksi berbagai olahan seperti bubur, kerupuk, tepung sorgum, hingga cookies berbahan sorgum.
Salah satu produk tersebut telah terserap ke dalam Program MBG di kawasan Karawang, yakni cookies sorgum yang disuplai melalui SPPG.
Menurut Andriko, penyerapan itu menunjukkan pangan lokal olahan memiliki peluang nyata untuk masuk ke sistem penyediaan pangan bergizi berskala nasional.
âKetika produk pangan lokal sudah bisa masuk ke MBG, itu artinya kualitas, keamanan, dan kontinuitasnya sudah memenuhi kebutuhan. Ini menjadi bukti bahwa pangan lokal bisa berperan langsung dalam pemenuhan gizi masyarakat,â tutur Andriko.
Penguatan inovasi pangan lokal juga dikembangkan melalui dukungan teknologi lanjutan, salah satunya freeze dryer untuk produk berbasis sorgum. Teknologi itu memungkinkan produk seperti nasi sorgum, bubur, dan sari sorgum memiliki masa simpan lebih panjang dengan kandungan gizi yang tetap terjaga.
Bapanas memandang penguatan teknologi pangan lokal sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman.
Selain mendukung pasar komersial, produk olahan sorgum dan singkong juga diarahkan untuk mendukung suplai pangan ke SPPG dalam Program MBG. Ant/S-2
- program mbg
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tekanan Publik Hantui Juara Loncat Indah Olimpiade Quan Hongchan, Sempat Ingin Pensiun Dini
-
BBPOM Mataram Telusuri Temuan Roti Berjamur Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Barat
-
Peternak Minta Telur Bebek Masuk Program Gizi Nasional! Komisi IX DPR Siap Kawal
-
Jelang Ramadhan, BNPB Pastikan Kebutuhan Air Bersih Pengungsi Aceh Terpenuhi
-
Disnaker Kudus Menyurati Perusahaan Untuk Bayarkan THR Tepat Waktu
-
DPUPR Temanggung Percepat Perbaikan 18 Kilometer Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2026
-
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Maret 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.