Tekanan Publik Hantui Juara Loncat Indah Olimpiade Quan Hongchan, Sempat Ingin Pensiun Dini
Rabu, 01 Apr 2026, 00:15 WIBBEIJING, TIONGKOK â Bintang muda loncat indah Tiongkok, Quan Hongchan, mengungkapkan dirinya sempat berada di ambang pensiun setelah mengalami tekanan mental berat dan sorotan publik yang intens terkait perubahan berat badan.
Atlet berusia 19 tahun itu merupakan peraih tiga medali emas Olimpiade, termasuk satu emas di Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi, saat usianya baru 14 tahun. Ia kemudian menambah dua emas lagi di Olimpiade Paris 2024, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu atlet paling populer di Tiongkok.
Popularitas tersebut, namun, membawa konsekuensi besar. Warga berbondong-bondong mendatangi kampung halamannya di Guangdong, bahkan mengepungnya di hotel setiap kali ia bepergian. Tekanan dari luar arena itu diakui Quan turut memengaruhi kondisi mentalnya.
Dalam wawancara dengan majalah Renwu yang dipublikasikan Selasa (31/3), Quan mengaku sempat serius mempertimbangkan untuk mengakhiri kariernya. âSetelah Olimpiade, saya benar-benar berpikir untuk pensiun. Saya sangat, sangat ingin melakukannya,â ujarnya. âNamun pada akhirnya saya masih ingin terus melanjutkan dan tetap menyelam.â
Quan juga mengungkap perubahan fisik yang dialaminya setelah Olimpiade Paris, termasuk mulai mengalami menstruasi yang berdampak pada kenaikan berat badan meski ia mengaku hanya makan sedikit. Kondisi tersebut justru memicu kritik dari berbagai pihak.
âSaya terus ditanya soal berat badan,â katanya. âBukan hanya di dalam tim, tetapi juga di luar, opini publik setiap hari menyebut saya gemuk.â
Tekanan itu mendorong Quan menjalani diet ekstrem dan meningkatkan intensitas latihan demi menurunkan berat badan. Ia bahkan mengaku membatasi makan hingga hampir pingsan. âSaya diet sampai merasa hampir roboh,â ujarnya. âSemua orang tahu berat badan adalah mimpi buruk bagi penyelam perempuan.â
Fenomena penggemar yang berlebihan terhadap atlet di Tiongkok memang kerap menjadi sorotan. Tak jarang kehidupan pribadi atlet menjadi objek perhatian berlebihan hingga memicu perundungan siber. Media pemerintah bahkan menyebutnya sebagai âtoxic fandomâ dan berjanji akan menindak perilaku tersebut.
Quan mengaku tekanan dan kritik yang terus-menerus membuatnya takut menghadapi kamera. âSaya sudah mencapai batas. Saya kelelahan, secara fisik, mental, emosional, semuanya menumpuk,â katanya. Ia menambahkan bahwa cedera yang dialaminya semakin memperburuk situasi.
Media pemerintah China Daily sebelumnya melaporkan bahwa Quan mengalami perubahan bentuk tubuh setelah kembali dari jeda enam bulan untuk tampil di ajang nasional pada akhir 2025.
Meski demikian, gelombang dukungan mengalir deras dari publik usai wawancara tersebut. Di platform Weibo, banyak pengguna menyuarakan empati dan dukungan terhadap sang atlet. âApakah kamu ingin terus menyelam atau tidak, itu sepenuhnya keputusanmu. Lakukan apa yang kamu inginkan. Kamu tidak berutang apa pun kepada siapa pun,â tulis seorang pengguna. âHong kecil, berbahagialah.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Inter Milan Berpeluang Kunci Gelar
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.