- Home
-
- Luar Negeri
-
- Legislator RI: Penangkapan...
Legislator RI: Penangkapan Presiden Venezuela Mengancam Kedaulatan Negara dan Tata Dunia Internasional
Selasa, 06 Jan 2026, 10:20 WIBJAKARTA - Komisi I DPR RI menyoroti perkembangan situasi geopolitik global pascapenangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan peristiwa ini bukan hanya krisis bilateral, melainkan ancaman nyata terhadap prinsip kedaulatan negara dan tatanan hukum internasional.
"Penangkapan kepala negara berdaulat yang dilakukan secara sepihak tanpa mekanisme hukum internasional yang sah menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju era politik global yang berbasis kekuatan, bukan hukum,â tegas Sukamta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (6/1), yang disiarkan media resmi DPR RI.
Ia menilai tindakan tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya yang dapat dinormalisasi oleh negara-negara kuat lainnya. Dampaknya bukan hanya dirasakan di kawasan Amerika Latin, tetapi juga terhadap stabilitas global, khususnya negara-negara berkembang dan Global South.
âHari ini Venezuela, besok bisa negara lain. Ini adalah alarm keras bagi semua negara yang menjunjung tinggi prinsip nonintervensi dan penyelesaian damai,â ujarnya.
Sukamta menegaskan Indonesia harus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan multilateralisme. Indonesia, menurutnya, tidak boleh diam terhadap praktik yang melemahkan kedaulatan negara dan merusak norma internasional pasca-Perang Dunia II.
Sukamta juga menyoroti peran PBB yang kian teruji. âPBB berada di persimpangan jalan untuk melakukan reformasi agar tetap relevan sebagai penjaga perdamaian dunia, atau semakin terpinggirkan oleh tindakan sepihak negara-negara kuat. PBB tidak boleh hanya menjadi forum retorika, tetapi harus mampu menegakkan hukum internasional secara adil dan setara,â katanya.
Terkait kepentingan nasional, Sukamta meminta pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, untuk meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di kawasan terdampak serta menyiapkan langkah kontingensi apabila situasi keamanan memburuk.
"WNI adalah prioritas utama. Negara harus hadir, sekaligus menjaga posisi Indonesia sebagai suara moral yang konsisten memperjuangkan perdamaian dan keadilan global,â tambahnya.
Sukamta menegaskan Komisi I DPR RI akan terus mengawal sikap politik luar negeri Indonesia agar tetap berlandaskan konstitusi, keadilan internasional, dan solidaritas kemanusiaan, serta menolak segala bentuk normalisasi intervensi militer yang mengancam perdamaian dunia.
- Maduro Ditangkap
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI dan PT KAI Uji Coba Pelican Crossing di Stasiun Cikini Mulai 15 September
-
Qatar Gelar KTT Darurat Usai Serangan Israel
-
Maduro akan Disidang di Pengadilan Federal New York Hari Senin
-
Koster Desak Pusat! Bali Sumbang 44% Devisa Pariwisata, Tapi Infrastruktur Tertinggal
-
Drama 7 Gol! Juventus Bungkam Inter Milan Lewat Gol Vasillije Adzic di Injury Time
-
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah di Tanah Air Hari Ini Diguyur Hujan, Jakarta Waspadai Hujan Disertai Petir
-
Tragedi Nepal Memanas: 31 Nyawa Melayang, 15 Ribu Narapidana Kabur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.