- Home
-
- Luar Negeri
-
- Drama Rencana Penjualan Je...
Drama Rencana Penjualan Jet Tempur F-35 Memanas, Trump Tersulut Kritik Terbuka Netanyahu
Jumat, 17 Jul 2026, 20:57 WIBWASHINGTON â Rencana Amerika Serikat (AS) menjual jet tempur F-35 kepada Turkiye menandai potensi perubahan dinamika hubungan pertahanan kedua negara setelah beberapa tahun diwarnai ketegangan.
Jika terealisasi, langkah ini tidak hanya akan memperkuat kemampuan militer Turkiye, tetapi juga mencerminkan upaya Washington menjaga soliditas NATO di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Namun, rencana tersebut tetap menghadapi tantangan, mulai dari pertimbangan politik di Kongres AS hingga isu interoperabilitas dan keseimbangan kekuatan di kawasan.
Karena itu, penjualan F-35 bukan sekadar transaksi alutsista, melainkan juga instrumen diplomasi strategis yang dapat memengaruhi konstelasi keamanan regional maupun hubungan antara negara-negara sekutu.
Namun, rencana penjualan tersebut memicu dinamika politik baru. Presiden AS Donald Trump dikabarkan tidak menyambut baik kritik terbuka yang disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap wacana penjualan jet tempur F-35 kepada Turkiye.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa kebijakan ekspor alutsista AS tidak hanya dipengaruhi pertimbangan militer, tetapi juga sensitivitas hubungan diplomatik dengan para sekutunya.
Mengutip dua pejabat Gedung Putih, situs berita Axios, Kamis (16/7), melaporkan bahwa tidak ada pertemuan yang dijadwalkan meskipun ada laporan di media Israel bahwa Trump akan menjamu Netanyahu pada Senin.
Seorang pejabat dilaporkan mengatakan bahwa Trump marah dengan pernyataan Netanyahu dalam wawancara dengan Fox News, tak lama sebelum presiden AS itu melakukan perjalanan ke Ankara untuk KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 7-8 Juli.
Pejabat kedua mengatakan Trump percaya Netanyahu "tidak berhak" untuk campur tangan dalam rencana penjualan senjata tersebut.
Pemimpin Israel itu dilaporkan telah meminta pertemuan dengan Trump selama lebih dari dua minggu. Dia telah mengunjungi Ruang Oval enam kali sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025.
Laporan di media Israel menunjukkan bahwa Netanyahu berencana untuk melakukan perjalanan ke Washington akhir pekan ini untuk menghadiri pemakaman mendiang Senator Lindsey Graham dan bertemu Trump pada Senin.
Perjalanan itu dibatalkan pada Kamis setelah upacara pemakaman Graham ditunda, kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Dua pejabat Gedung Putih dilaporkan mengatakan bahwa Netanyahu ingin bertemu Trump tetapi belum ada pertemuan yang dikonfirmasi atau dimasukkan dalam jadwal presiden.
"Kesan kami adalah Bibi (panggilan akrab Netanyahu) berusaha mewujudkan pertemuan itu," kata seorang pejabat seperti dikutip Axios.
Axios mengatakan para pejabat Gedung Putih tidak mengesampingkan kemungkinan pertemuan ketika Netanyahu akhirnya melakukan perjalanan ke Washington untuk upacara peringatan Graham.
Penundaan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Trump dan pemerintah Netanyahu terkait perang dengan Iran.
Laporan itu muncul setelah Wakil Presiden AS JD Vance, Rabu (15/7), menyatakan bahwa anggota pemerintah Israel berusaha untuk melemahkan upaya diplomatik Washington dengan Teheran dalam upaya untuk memperpanjang kampanye militer.
- Donald Trump
- turkiye
- Jet Tempur F-35
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KP2MI Targetkan 500 Ribu Talenta Lewat Program SMK Go Global hingga 2029
-
F&B ID Nobatkan Tea-rista Terbaik Indonesia 2026 Lewat Chatime Tea-rista Competition
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
Harga Cabai Rawit Rp57.250/Kg, Telur Ayam Rp20.550/Kg Per Sabtu Pagi
-
Nyesek! Sempat Kejar Dua Set, Timnas Voli Putra Indonesia Malah Kena Hajar Kamboja di Final!
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Menko PMK Ajak Anak Berani Laporkan Kasus Kekerasan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.