Penemuan Langka! Likweli, Si Monyet Baru dari Hutan Kongo yang Baru Terungkap ke Dunia
Jumat, 17 Jul 2026, 20:50 WIBISTANBUL â Penemuan spesies monyet baru di hutan hujan Kongo menjadi kabar menggembirakan di tengah meningkatnya ancaman terhadap keanekaragaman hayati dunia.
Temuan yang tergolong langka ini menunjukkan bahwa masih banyak wilayah hutan tropis yang menyimpan kekayaan alam yang belum sepenuhnya terungkap.
Di sisi lain, penemuan tersebut juga menjadi pengingat bahwa habitat alami satwa liar harus terus dijaga dari ancaman deforestasi, perburuan, dan perubahan iklim.
Dengan kata lain, menjaga hutan bukan hanya melindungi spesies yang sudah dikenal, tetapi juga memberi kesempatan bagi ilmu pengetahuan untuk mengungkap kekayaan hayati yang selama ini masih tersembunyi.
Para ilmuwan mengidentifikasi spesies monyet Afrika, yang sebelumnya tidak diketahui, hidup di hutan hujan Kongo sebagai salah satu dari sedikit penemuan spesies monyet baru Afrika dalam beberapa dekade terakhir.
Spesies yang diberi nama colobus congoensis dan dikenal secara lokal sebagai Likweli itu secara resmi dijelaskan dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal telaah rekan sejawat PLOS One, Rabu (15/7).
Para peneliti memastikan hewan tersebut merupakan spesies tersendiri melalui analisis genetik, anatomi, dan akustik, serta pengamatan lapangan selama bertahun-tahun di sekitar Taman Nasional Lomami, sebelah tengah ke timur Kongo.
Likweli, monyet berbulu hitam itu, dapat dikenali dari warna oranye dan krem di sekitar mulut dan hidungnya. Monyet jenis itu juga memiliki bercak putih di bagian pantat serta suaranya berbeda dari monyet colobus lain.
Para peneliti pertama kali memotret hewan tersebut pada tahun 2008. Namun, baru setelah melakukan survei lanjutan pada tahun 2018-2022, peneliti baru dapat mengumpulkan bukti cukup untuk mengklasifikasikan hewan itu sebagai spesies tersendiri.
Tim juga peneliti mencatat 114 penampakan di wilayah yang diperkirakan seluas sekitar 1.700 kilometer persegi.
Para ilmuwan mengatakan monyet tersebut tampaknya hanya ditemukan di wilayah terbatas antara Sungai Lomami dan Sungai Kongo.
Spesies itu juga direkomendasikan masuk ke dalam daftar spesies terancam punah karena keterbatasan habitat, tekanan perburuan, serta hilangnya hutan yang terus berlanjut.
Likweli menjadi spesies monyet baru Afrika yang kelima dan dideskripsikan secara ilmiah dalam 75 tahun terakhir, dengan menyoroti pada keanekaragaman hayati di Cekungan Kongo maupun perlunya upaya konservasi berkelanjutan.
Berita Terkait:
-
Konferensi APS III Siap Digelar, Mengusung Tema Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains
-
Libur Waisak 2026, Jasa Marga Catat 82.314 Kendaraan Lintasi Tol Layang MBZ
-
Minggu, Layanan SIM Keliling Hanya Tersedia di Jakbar dan Jaktim
-
Wisata Alam Kian Diminati, Kunjungan ke Kebun Raya Cibodas Naik Tajam Pada Libur Panjang Akhir Pekan Lalu
-
Penertiban PKL di Kawasan Cicadas Berjalan dengan Humanis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.