RI Jangan Sekadar Jadi Tuan Rumah! Inpex Sebut Proyek LNG Masela Jadi Penopang Ketahanan Energi Jepang di Masa Depan

Jumat, 17 Jul 2026, 21:05 WIB

TOKYO – Proyek gas alam cair (LNG) Masela merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan menjadi pendorong ketahanan energi sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dengan cadangan gas yang besar, proyek ini berpotensi meningkatkan pasokan energi domestik, memperkuat ekspor LNG, serta menarik investasi bernilai miliaran dolar.

Ket. Foto: Ilustrasi-Blok Masela, Maluku — Sumber: Antara.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kepastian regulasi, penyelesaian aspek teknis, serta koordinasi yang efektif antara pemerintah dan investor.

Percepatan pengembangan Masela juga penting untuk memastikan Indonesia tidak kehilangan momentum dalam memanfaatkan permintaan gas alam yang masih tinggi selama masa transisi menuju energi rendah karbon.

Perusahaan minyak dan gas (migas) asal Jepang, Inpex Corp., meyakini proyek gas alam cair (LNG) senilai 21 miliar dolar AS di wilayah timur Indonesia berpotensi menjadi salah satu produsen gas alam cair terbesar di Asia dan dapat mengamankan pasokan di masa depan.

CEO Inpex, Takayuki Ueda, menggambarkan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela itu sangat penting dan berkontribusi terhadap keamanan energi di Jepang dan seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Upacara peletakan batu pertama Abadi Masela itu digelar pada Kamis (16/7) di Kepulauan Tanimbar, Maluku, dan disaksikan secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Jakarta.

Inpex, yang memegang 65 persen saham dalam proyek tersebut, bekerja sama dengan perusahaan energi milik Indonesia, yakni Pertamina, serta perusahaan energi Malaysia Petronas untuk membangun fasilitas lepas pantai di Laut Arafura.

Abadi Masela diperkirakan akan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 2029 dan dirancang untuk memiliki kapasitas produksi sebesar 9,5 juta metrik ton LNG per tahun serta memasok 150 juta kaki kubik gas pipa per hari ke pasar domestik Indonesia.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, proyek yang telah tertunda selama hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontraknya di tahun 1998 itu akan mengintegrasikan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon guna mewujudkan masyarakat dengan emisi karbon nol bersih.

Presiden Prabowo menggambarkan proyek tersebut sebagai upaya untuk memperkuat kemandirian energi nasional Indonesia, sekaligus sebagai motor penggerak kemajuan Indonesia.

  • LNG Blok Masela
  • Inpex

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.