Wagub Rano Tekankan Percepatan Penanganan TBC dan DBD, Ajak Warga Lebih Waspada

Senin, 05 Jan 2026, 15:25 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mempercepat penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Langkah ini dilakukan agar angka kasus kedua penyakit tersebut dapat ditekan secara signifikan di seluruh wilayah Jakarta.

Rano Karno menyampaikan bahwa penanganan TBC menjadi perhatian nasional dan sejalan dengan arahan Presiden terkait percepatan pemberantasan penyakit menular. Ia menilai sejumlah langkah awal sudah berjalan dan akan terus diperkuat melalui kebijakan yang berkelanjutan.

Ket. Foto: Wagub Rano menyampaikan bahwa penanganan TBC menjadi perhatian nasional dan sejalan dengan arahan Presiden terkait percepatan pemberantasan penyakit menular. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Jadi, TBC harus kita tangani bersama karena ini juga menjadi perhatian Presiden untuk percepatan pemberantasannya," ujar Rano Karno saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/12). Ia menambahkan bahwa berbagai program yang sudah berjalan akan terus dievaluasi agar dampaknya semakin terasa di masyarakat.

Menurut Rano, penanganan TBC tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja dan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Dukungan fasilitas kesehatan, tenaga medis, serta keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.

Ia menjelaskan bahwa deteksi dini menjadi faktor penting dalam menekan penyebaran TBC di lingkungan padat penduduk. Dengan temuan kasus yang lebih cepat, proses pengobatan dapat segera dilakukan sehingga risiko penularan bisa diminimalkan.

"Kami telah melakukan sejumlah langkah penanganan di beberapa wilayah, dan hasilnya terus kami pantau," tegasnya. Ia berharap upaya tersebut dapat berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta.

Selain TBC, Rano Karno juga mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus DBD. Menurutnya, memasuki musim hujan kerap menjadi periode rawan peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti.

Ia menyebutkan bahwa Jakarta masih mencatat angka kasus DBD yang cukup tinggi di beberapa wilayah. Kondisi ini membuat langkah pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan tidak bersifat musiman.

"Karena Jakarta masih berada di posisi yang cukup tinggi, ini harus kita tangani bersama," ujar Rano. Ia menegaskan bahwa pengendalian DBD memerlukan disiplin kolektif antara pemerintah dan masyarakat.

Rano Karno menekankan pentingnya penerapan gerakan 3M sebagai langkah pencegahan utama di tingkat lingkungan. Menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas harus menjadi kebiasaan warga.

Ia juga mengingatkan bahwa kelalaian kecil, seperti genangan air yang dibiarkan, dapat menjadi awal munculnya sarang nyamuk. Oleh karena itu, pengawasan rutin di lingkungan permukiman perlu terus ditingkatkan.

Dalam upaya tersebut, peran juru pemantau jentik atau Jumantik dinilai sangat strategis. Tim Jumantik menjadi garda terdepan dalam memastikan tidak ada titik-titik potensial yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Peran Jumantik terus kami optimalkan sebagai ujung tombak pencegahan DBD di lingkungan warga," pungkas Rano Karno.

Pemprov DKI Jakarta berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menekan kasus TBC dan DBD secara berkelanjutan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.