Kasus Penganiayaan, Pantai Santolo Target Pemulihan Citra

Senin, 05 Jan 2026, 22:30 WIB

GARUT – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut tengah berupaya memperbaiki citra destinasi Pantai Santolo setelah kasus penganiayaan terkait retribusi menodai reputasinya.

Upaya ini menekankan pentingnya pengelolaan wisata yang aman, transparan, dan ramah pengunjung, karena citra destinasi menjadi faktor kunci dalam menarik kembali minat wisatawan dan memulihkan kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi lokal.

Ket. Foto: Suasana wisata Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/ Feri Purnama

"Kemarin kan nama Garut menjadi salah satu yang harus kembali lagi pulih, dan menjadi daerah tujuan wisata di Kabupaten Garut," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut Budi Gan Gan kepada wartawan di Garut, Senin (5/1).

Ia menuturkan Pantai Santolo di Kecamatan Cikelet wilayah selatan Garut merupakan salah satu destinasi wisata pantai unggulan yang dikelolanya oleh pemerintah daerah.

Namun saat musim libur akhir tahun, kata dia, terjadi insiden yakni kasus penganiayaan menimpa seorang perempuan oleh seorang pria terkait permasalahan penarikan retribusi di lokasi objek wisata Pantai Santolo yang kasusnya sudah ditangani kepolisian.

"Semoga masalah ini cepat selesai," katanya.

Ia menyampaikan, pemerintah daerah menerapkan retribusi ke kawasan pantai tersebut sesuai dengan aturan sebagai sumber pendapatan asli daerah untuk pemasukan ke kas daerah.

"Sudah saya sampaikan semua legalitasnya, dan ini adalah kewenangan pemerintah dan ke depan di Santolo jauh lebih aman," katanya.

Ia menyampaikan upaya menyelesaikan masalah tersebut sudah dilakukan rapat koordinasi dengan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama kembali membangun Pantai Santolo lebih baik, aman, dan nyaman.

"Tidak hanya Dinas Pariwisata, tapi juga ini seluruh 'stakeholder' bagaimana untuk membangun destinasi Santolo itu supaya jauh lebih baik lagi," katanya.

Pantai Santolo juga memiliki potensi ekonomi yang besar melalui aktivitas ekonomi kreatif, kuliner lokal, dan industri homestay yang mulai berkembang.

Dengan penataan manajemen destinasi yang lebih profesional dan berorientasi pada pelayanan, Disparbud menargetkan Pantai Santolo dapat kembali menjadi destinasi unggulan Garut.

Transformasi ini juga mencakup peningkatan fasilitas publik, pengelolaan sampah, dan promosi digital yang agresif untuk menjangkau wisatawan lebih luas, sehingga insiden sebelumnya tidak lagi membayangi reputasi pantai tersebut.

Dengan langkah-langkah tersebut, harapannya Pantai Santolo tidak hanya pulih dari citra negatif, tetapi juga mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua lapisan pengunjung, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.