Penyaluran Makanan Tambahan Bergizi untuk Mencegah Stunting
Rabu, 19 Agu 2026, 23:32 WIBManokwari - Personel Polisi Wanita (Polwan) Polda Papua Barat menyalurkan paket makanan tambahan bergizi berupa vitamin dan biskuit kepada 71 balita di Kampung Katebu, Kabupaten Manokwari untuk mendukung penanganan stunting.
Wakil Kepala Polda Papua Barat Brigadir Jenderal Sulastiana di Manokwari, Rabu, mengatakan penanganan masalah stunting membutuhkan kepedulian semua pihak, terutama dalam memastikan pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak usia dini.
âDalam rangka memperingati HUT ke-78 Polwan, kami selenggarakan program Polwan Peduli Stunting. Ini bentuk kepedulian sekaligus mendorong percepatan penurunan stunting,â ujar Sulastiana.
Selain penyaluran makanan tambahan bergizi, kata dia, puluhan personel Polwan Polda Papua Barat juga memberikan edukasi kepada orang tua agar memahami pola asupan gizi yang seimbang bagi anak-anak.
Strategi lain yang perlu dilakukan bersama-sama adalah menggencarkan kembali gerakan orang tua asuh untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anak, sehingga tumbuh kembang anak berjalan sesuai ekspektasi.
âPencegahan stunting tidak cukup dilakukan setelah anak mengalami masalah pertumbuhan, tetapi perlu dimulai dari perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi sejak dini,â ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Alwan Rimosan menjelaskan pemberian biskuit bagi anak usia enam bulan hingga kurang dari satu tahun sebanyak delapan keping per hari, sedangkan anak usia satu tahun ke atas dianjurkan 12 keping per hari.
Konsumsi makanan tambahan bergizi seimbang harus diikuti dengan pemberian air susu ibu sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak, sehingga dapat menunjang tumbuh kembang sekaligus mencegah terjadinya masalah kesehatan.
âOrang tua perlu memperhatikan pemberian ASI (air susu ibu) secara rutin, karena itu penting untuk mendukung tumbuh kembang anak ke depannya,â ucap Alwan.
Ia menyebut angka prevalensi stunting di Papua Barat tercatat sebesar 24,6 persen dengan target penurunan secara bertahap yang tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 14,6 persen pada tahun 2029.
Percepatan penurunan prevalensi stunting dilakukan melalui pelaksanaan program intervensi dengan sasaran di tujuh kabupaten, yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, Kaimana, Teluk Wondama, dan Fakfak.
âSesuai target RPJMD Papua Barat 2025-2029, prevalensi stunting harus turun ke level 14,6 persen dan ada sejumlah kegiatan intervensi yang terus dilakukan,â ucap Alwan.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Komisaris Besar Polisi Trihadi Kuncahyo menjelaskan Polri melalui Polwan berkomitmen untuk hadir dan memberikan kontribusi terhadap upaya penanganan masalah stunting.
Momentum peringatan HUT ke-78 Polwan menjadi kesempatan memperkuat kepedulian terhadap kesehatan anak melalui program pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian ASI, dan memperhatikan pola asuh yang tepat.
âTentu semua upaya itu membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dengan TNI-Polri, tenaga kesehatan, BKKBN, kader Posyandu, dan keluarga,â ujarnya.
Hadir dalam kegiatan Polwan Polda Papua Barat Peduli Stunting meliputi Kepala BKKBN Papua Barat, Kabid Keu Polda Papua Barat, Pakor Polwan, serta unsur pemerintah dan pengelola Posyandu Maria.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Awas Mesin Rontok, Polisi Gerebek Pabrik Oli Palsu di Cengkareng Jakbar
-
Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta
-
Profesor Perkapalan ITS Duga Desain Ala Jepang pada Kapal Virgo Tidak Cocok dengan Gelombang Tinggi Lautan Indonesia
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Bidik Tiga Kemenangan Beruntun di Kandang Elche
-
ACC Kembangkan DSA Cibunian Bogor untuk Perkuat Potensi Lokal dan Kemandirian Masyarakat
-
Bukan Cuma Pejabat ATR/BPN, KPK Juga Amankan Fahd Arafiq dan Eks Bupati Kebumen
-
Pengusaha, Investor, dan Warga Bakal Bertemu di Jitex 16-19 September
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.