Terseret Skandal Epstein, Presiden WEF Borge Brende Diselidiki

Jumat, 06 Feb 2026, 18:10 WIB

JAKARTA - Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) meluncurkan investigasi independen terhadap Presiden dan CEO-nya, Borge Brende. Langkah ini dilakukan untuk mengklarifikasi kontak masa lalu Brende dengan mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh portal berita Swiss Info pada Kamis. Investigasi ini muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap tokoh-tokoh global yang memiliki hubungan dengan Epstein.

Ket. Foto: Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) meluncurkan investigasi independen terhadap Presiden dan CEO-nya, Borge Brende. Langkah ini dilakukan untuk mengklarifikasi kontak masa lalu Brende dengan mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. — Sumber: Anadolu Agency

Menurut laporan media, Brende diketahui menghadiri sedikitnya tiga acara makan malam yang juga dihadiri Epstein. Selain itu, keduanya disebut pernah bertukar email dan pesan teks dalam konteks hubungan profesional.

WEF menyatakan bahwa keputusan memulai penyelidikan tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap transparansi dan integritas institusi. Forum menegaskan bahwa langkah ini diambil secara proaktif.

"Keputusan ini menegaskan komitmen kami terhadap transparansi dan pelestarian integritas," tulis WEF dalam pernyataan tertulis.

WEF memastikan bahwa Brende sepenuhnya bekerja sama dengan proses investigasi yang sedang berjalan. Selama penyelidikan berlangsung, Brende tetap menjalankan tugasnya sebagai Presiden dan CEO.

Dalam keterangannya, Brende mengakui pernah bertemu dengan Epstein dalam sejumlah kesempatan. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut terjadi dalam konteks bisnis dan profesional.

Brende menyatakan bahwa pada saat pertemuan berlangsung, ia tidak mengetahui latar belakang kriminal Epstein. Ia menekankan bahwa informasi terkait kejahatan Epstein belum diketahui secara luas pada periode tersebut.

Meski demikian, Brende mengakui adanya kelalaian pribadi dalam proses verifikasi. Ia menyebut seharusnya melakukan pemeriksaan latar belakang yang lebih menyeluruh sebelum menjalin kontak.

Ia juga menyampaikan penyesalannya atas keputusan tersebut. Pernyataan itu disampaikan di tengah tekanan publik terhadap figur-figur global yang pernah berhubungan dengan Epstein.

Kasus ini kembali mencuat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait Epstein. Rilis tersebut dilakukan berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein.

Undang-undang tersebut ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 November tahun lalu. Rilis dokumen itu menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penanganan kasus Epstein.

Secara total, lebih dari 3 juta halaman dokumen dibuka ke publik. Selain itu, terdapat sekitar 2.000 video dan 180.000 gambar yang berkaitan dengan penyelidikan Epstein.

Berkas-berkas tersebut mencakup foto tokoh-tokoh terkemuka, transkrip sidang dewan juri, serta catatan investigasi penegak hukum. Namun, banyak halaman masih disensor secara ketat.

Penyensoran dilakukan untuk melindungi identitas para korban. Otoritas AS menegaskan bahwa perlindungan korban tetap menjadi prioritas utama.

Jeffrey Epstein ditemukan tewas di sel penjara Kota New York pada 10 Agustus 2019. Ia meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri saat menunggu persidangan.

Pada saat kematiannya, Epstein menghadapi dakwaan federal terkait pengoperasian jaringan perdagangan seks. Jaringan tersebut melibatkan gadis dan perempuan di bawah umur.

Epstein ditahan di Metropolitan Correctional Center, New York. Kematiannya memicu kontroversi luas dan berbagai teori konspirasi di tingkat global.

Peluncuran investigasi terhadap Brende menempatkan WEF dalam sorotan tajam. Lembaga yang dikenal sebagai forum elite ekonomi dunia itu kini dituntut menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik.

Hingga kini, investigasi independen tersebut masih berlangsung. WEF menyatakan akan menyampaikan hasil penyelidikan setelah proses selesai.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.