Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Situasi Terkini Usai Serangan AS dan Penangkapan Maduro di Venezuela, KBRI Pastikan WNI Aman

📅 Senin, 05 Jan 2026, 16:25 WIB | Oleh:
Ini Situasi Terkini Usai Serangan AS dan Penangkapan Maduro di Venezuela, KBRI Pastikan WNI Aman Doc: Str/Xinhua
Ket. Demonstran di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026) membawa gambar Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang diculik militer AS atas perintah Presiden AS Donald Trump.

JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela tetap aman dan kondisi keamanan berangsur kondusif menyusul serangan militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

“KBRI Caracas melaporkan situasi keamanan dan aktivitas sosial di Caracas mulai kondusif dan menunjukkan peningkatan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang melalui siaran video yang dipantau di Jakarta, Senin.

KBRI Caracas memastikan bahwa hingga Senin ini, seluruh 37 WNI di Venezuela tetap aman serta dapat terus terhubung dan berkomunikasi dengan KBRI menyusul pulihnya situasi, kata dia.

Ia menyampaikan bahwa KBRI Caracas melaporkan pasar-pasar swalayan di kota tersebut sudah beroperasi normal dan tidak ada fenomena “panic buying” yang terjadi di kalangan masyarakat.

Mobilitas kendaraan di jalan-jalan utama sudah normal, begitu pula operasional stasiun pengisian bahan bakar umum di Caracas, kata Yvonne.

Namun demikian, hingga saat ini masih terdapat gangguan jaringan komunikasi penyedia layanan nasional di Caracas serta pemadaman listrik masih terjadi di salah satu wilayah di ibu kota Venezuela itu, ucap Jubir Kemlu RI itu.

Yvonne pun memastikan bahwa Kemlu RI bersama KBRI Caracas telah memiliki rencana kontingensi untuk memastikan keselamatan WNI apabila situasi keamanan di Venezuela kembali mengalami eskalasi.

Dalam kesempatan yang sama, Yvonne menyampaikan keprihatinan pemerintah Indonesia bahwa tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, seperti yang dilakukan AS di Venezuela, berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

Indonesia pun menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional, serta mengutamakan keselamatan warga sipil, ucap Yvonne.

Rakyat Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari digegerkan dengan serangan militer AS terhadap instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian, di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS. Negara Amerika Latin itu pun menyatakan keadaan darurat nasional.

Presiden AS Donald Trump kemudian membenarkan bahwa pihaknya melakukan serangan ke Venezuela serta berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro berikut istrinya, yang langsung dibawa ke AS. Pasangan tersebut menghadapi dakwaan federal AS terkait dugaan perdagangan narkoba serta kerja sama dengan organisasi teroris.

Menyusul penculikan Maduro oleh AS, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

34 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.