Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aksi Protes Menggema di Seluruh AS, Menentang Serangan Militer ke Venezuela dan Penangkapan Maduro

📅 Senin, 05 Jan 2026, 09:53 WIB | Oleh:
Aksi Protes Menggema di Seluruh AS, Menentang Serangan Militer ke Venezuela dan Penangkapan Maduro Doc: AP
Ket. Pengunjuk rasa menggelar aksi protes di depan Gedung pemerintah Ohio, Colombus, Ohio pada Minggu 4 Januari 2026 setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya dalam sebuah operasi militer.

JAKARTA - Para pengunjuk rasa membanjiri jalan-jalan di seluruh AS untuk mengecam agresi militer Washington terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Mengutip Press TV, dari Pantai Barat hingga Pantai Timur, para pengunjuk rasa berkumpul pada hari Minggu (4/1) untuk menyuarakan kemarahan atas apa yang mereka gambarkan sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum dan sembrono yang berisiko menjerumuskan AS ke dalam perang lain.

Di Seattle, para demonstran berkumpul di dekat tepi laut kota, meneriakkan, "Rakyat yang bersatu tidak akan pernah dikalahkan." Banyak yang membawa papan protes dan bergabung dalam nyanyian bersahut-sahutan. Mereka mengatakan invasi tersebut melanggar norma internasional dan hukum domestik.

Di Philadelphia, ratusan orang berbaris dari Balai Kota ke pusat perekrutan Angkatan Bersenjata AS di Spring Garden Street, memprotes tindakan Washington terhadap Venezuela dan meningkatnya peran militer dalam kebijakan luar negeri.

“Kongres perlu mengambil kembali kekuasaannya… Mereka seharusnya mewakili rakyat. Kitalah yang seharusnya memutuskan apakah akan berperang atau tidak,” kata David Gibson, salah satu direktur Peace, Justice, Sustainability NOW! dan salah satu penyelenggara protes.

Di luar Gedung Putih di Washington, para demonstran meneriakkan “Hidup, Hidup, Venezuela,” sambil memegang papan bertuliskan “Tidak Ada Perang di Venezuela,” “Akhiri Imperialisme AS,” dan “Tidak Ada Pertumpahan Darah untuk Minyak.”

Para pengunjuk rasa mengatakan serangan itu mengungkap prioritas Washington yang sebenarnya dan kesediaan mereka yang terus menerus menggunakan kekerasan guna memaksakan kehendak di luar negeri.

Di Illinois, unjuk rasa yang diadakan di bawah slogan “Tidak Ada Perang di Venezuela” menarik para peserta aksi demo yang mengatakan serangan itu melanggar Konstitusi AS, membahayakan nyawa warga Amerika, dan merupakan campur tangan asing yang didorong oleh kepentingan minyak daripada nilai-nilai demokrasi.

Meskipun hujan deras, ratusan orang berkumpul di pusat kota Los Angeles, bersikeras agar suara mereka didengar saat mereka mengutuk aksi militer semalam.

Para penyelenggara mengatakan operasi tersebut tidak ada hubungannya dengan demokrasi dan sepenuhnya berkaitan dengan kontrol atas sumber daya energi Venezuela.

Di Chicago, para demonstran mengecam keras serangan AS terhadap Venezuela dan penculikan pemimpin negara berdaulat tersebut.

“Baik itu Saddam Hussein di Irak atau Taliban di Afghanistan, Panama, Libya, sebut saja… setiap kali AS menyerang negara lain seperti ini, rakyat negara-negara itulah yang paling menderita,” kata Andy Thayer dari Komite Chicago Melawan Perang dan Rasisme.

Di luar jalanan, para anggota parlemen, jurnalis, dan analis di seluruh dunia menyebut operasi itu ilegal, imperialis, dan eskalasi berbahaya yang mengancam akan menggoyahkan seluruh kawasan.

Angkatan bersenjata AS meluncurkan serangan rudal dan drone di kota-kota besar Venezuela, khususnya ibu kota, Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.