Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stasiun Meteorologi Imbau Warga Papua Pegunungan Waspadai Musim Hujan

📅 Sabtu, 03 Jan 2026, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stasiun Meteorologi Imbau Warga Papua Pegunungan Waspadai Musim Hujan Doc: ANTARA
Ket. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena Laura SM Runggeari diwawancarai ANTARA di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

WAMENA – Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengimbau warga di delapan kabupaten untuk mewaspadai musim hujan pada awal tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena Laura SM Runggeari di Wamena, Sabtu (03/1), mengatakan dari prakiraan cuaca saat ini wilayah Papua Pegunungan dan sekitarnya telah memasuki musim hujan sehingga warga harus meningkatkan kewaspadaan.

“Kami dapat menyampaikan saat ini Kabupaten Jayawijaya maupun tujuh kabupaten lain di Papua Pegunungan telah memasuki musim hujan, dan puncaknya (musim hujan) dari hasil prakiraan cuaca akan berlangsung pada bulan ini. Warga kami imbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan sehingga tidak terjadi korban jiwa saat terjadi hujan deras,” katanya.

Menurut dia, wilayah Papua Pegunungan masuk dalam zona musim baik panas maupun hujan yang dapat berlangsung dua hingga tiga bulan ke depan.

“Papua Pegunungan masuk zona musim, sehingga dari hasil pengamatan cuaca puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Desember 2025 hingga Januari-Februari 2026 atau tiga bulan ke depan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujarnya.

Dia menjelaskan beberapa tahun terakhir ini puncak hujan itu terjadi pada Februari dan Maret sehingga pada bulan April 2025 terjadi bencana alam atau banjir dan tanah longsor di Kabupaten Jayawijaya.

“Kami juga telah membuat laporan analisis prakiraan cuaca selama periode satu tahun sejak April hingga November 2025, wilayah Papua Pegunungan banyak mengalami kejadian bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Warga harus waspada terhadap perubahan cuaca dua bulan ke depan,” katanya.

Dia menambahkan bencana hidrometeorologi yang terjadi di Papua Pegunungan sehingga menyebabkan bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Distrik Dal dan Mebarok Kabupaten Nduga tahun lalu.

“Faktor dominan yang menyebabkan terjadinya fenomena ini adalah gelombang atmosfer dari skala regional. Akibat kelembaban udara yang tinggi menghasilkan uap air yang cukup banyak sehingga membentuk proses terjadinya awan hujan dan menyebabkan terjadinya hujan deras,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...

Pemkot Bandung Gaspol Gelar Gerakan Pangan Murah

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Gaspol Gelar...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.