Tak Tetapkan Bencana Nasional, Prabowo: Negara Masih Mampu
Kamis, 01 Jan 2026, 14:45 WIBJAKARTA -Â Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tetap menangani bencana di wilayah Sumatera secara serius meski tidak menetapkannya sebagai bencana nasional.
Dalam rapat terbatas terkait progres pembangunan 600 hunian dipantau melalui siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, Prabowo menjelaskan keputusan tidak menetapkan status bencana nasional didasarkan atas pertimbangan kemampuan negara dalam menangani dampak bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional, ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Jadi, kalau kita tiga provinsi sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," kata Prabowo.
Namun demikian, Presiden mengatakan bahwa pemerintah tidak pernah meremehkan dampak bencana tersebut. Ia menyebut keterlibatan langsung banyak anggota Kabinet Merah Putih menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam penanganan di lapangan.
Prabowo menyampaikan saat ini sedikitnya terdapat 10 menteri yang berada di Aceh untuk turut serta menangani dampak bencana. Dua menteri lainnya, tengah bertugas di Aceh Utara, dan sejumlah menteri juga hadir di provinsi lainnya.
"Tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya, dari seluruh kabinet, hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain," jelasnya.
Lebih lanjut, Presiden mengatakan pemerintah bekerja sepenuh tenaga untuk membantu penanganan pascabencana. Pemerintah juga memiliki anggaran yang cukup besar untuk mengatasi masalah ini.
"Kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini," imbuhnya.
Presiden Prabowo meninjau struktur dan fasilitas hunian yang dibangun BPI Danantara bernama Rumah Hunian Danantara, di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi bangunan serta kelengkapan fasilitas yang disiapkan bagi warga terdampak.
Sebelumnya melakukan peninjauan, dia sempat menyalami dan berinteraksi dengan masyarakat yang telah menanti kedatangannya.
Usai menyapa warga, Prabowo yang tiba bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, lalu meninjau hunian yang pembangunannya dimulai pada 24 Desember 2025 itu.
Dalam peninjauan tersebut, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan penjelasan mengenai progres pembangunan hunian.
- presiden prabowo
- banjir dan longsor
- bencana sumatera
- bencana nasional
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Terbang 12 Jam Non-stop, Presiden Prabowo Temui Putin Malam Ini, Indonesia Siap Amankan Pasokan Minyak Dunia
-
Public Expose 2026: Rumah Zakat Bakal Perkuat Inovasi Program demi Memperluas Manfaat
-
Tanpa Kenal Lelah, TNI Percepat Pemulihan Warga Terdampak Banjir di Aceh
-
Trump Mungkin Telah Pilih Satu Kandidat untuk Pimpin The Fed
-
MK Nyatakan Ijazah Capres dan Cawapres Tak Wajib Autentikasi
-
Pembicaraan Program Nuklir Gagal, Trump Pertimbangkan Serang Iran
-
Wapres Gibran Rakabuming Pastikan Proses Belajar di Aceh Tamiang Berjalan Kembali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.