Pembicaraan Program Nuklir Gagal, Trump Pertimbangkan Serang Iran

Jumat, 30 Jan 2026, 01:05 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan pilihan untuk melancarkan serangan dahsyat terhadap Iran setelah pembicaraan terkait program nuklir Teheran gagal. 

Menurut laporan CNN yang mengutip beberapa sumber termasuk surat kabar New York Times, sebelumnya melaporkan bahwa perundingan untuk mengurangi ketegangan di Iran pekan lalu tidak membuahkan hasil karena Teheran terus menolak untuk menyerah pada tuntutan Trump.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: SAUL LOEB/AFP

Laporan pada Rabu itu menyebutkan bahwa opsi yang saat ini sedang dipertimbangkan Trump termasuk serangan udara terhadap para pemimpin dan pejabat keamanan Iran, serta serangan terhadap fasilitas nuklir dan lembaga pemerintah.

Namun demikian, Trump belum membuat keputusan akhir dan percaya bahwa dengan kedatangan kelompok penyerang Amerika yang sebelumnya dikirim ke wilayah tersebut, pilihan militernya akan meluas, tambah laporan itu sebagaimana dikutip dari Antara.

Menyusul ancaman Trump terhadap Iran, tidak ada kontak langsung yang signifikan antara kedua pihak dalam beberapa hari terakhir, demikian catatan laporan tersebut.

Organisasi Teroris

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Noel Barrot, Rabu (28/1), mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung kemungkinan penetapan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

“Perancis akan mendukung penetapan Korps Garda Revolusi Islam dalam daftar organisasi teroris Eropa. Rezim harus segera membebaskan tahanan, mengakhiri eksekusi, mencabut blokade digital, dan mengizinkan misi pencarian fakta Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan di Iran,” tulis Barrot di akun X.

Dia mengatakan bahwa negara-negara Eropa lainnya akan mengadopsi sanksi pada Kamis dalam pertemuan menteri luar negeri di Brussels terhadap mereka yang bertanggung jawab atas penindasan yang tak tertahankan terhadap pemberontakan rakyat Iran.

“Mereka akan dilarang memasuki wilayah Eropa dan aset mereka akan dibekukan,” tambah Barrot.

Iran telah diguncang oleh gelombang protes sejak 28 Desember di Grand Bazaar Tehran karena depresiasi tajam rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke kota-kota lain.

Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung perusuh bersenjata untuk menciptakan dalih bagi intervensi asing dan memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu respons cepat dan komprehensif.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.