- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tak Gentar Ancaman Amerika...
Tak Gentar Ancaman Amerika, Venezuela Tahan Sejumlah Warga Paman Sam
Kamis, 01 Jan 2026, 23:07 WIBNEW YORK â Ketegangan dua negara: Amerika and Venezuela makin menjadi-jadi. Ini terutama setelah otoritas Venezuela menahan sejumlah warga negara Amerika Serikat sejak pemerintahan Trump memulai kampanye tekanan militer dan ekonomi terhadap negara tersebut.
The New York Times pada Rabu (31/12) mengutip seorang pejabat AS, melaporkan bahwa individu yang ditahan termasuk tiga warga yang memiliki kewarganegaraan ganda yang memegang paspor Venezuela dan Amerika Serikat, serta dua warga negara AS yang tampaknya tidak memiliki keterkaitan dengan Venezuela.
Pejabat itu mengatakan bahwa meskipun sebagian dari para tahanan menghadapi tuduhan pidana yang sah, pemerintah AS sedang mempertimbangkan apakah akan secara resmi menetapkan setidaknya dua dari mereka sebagai korban yang ditahan dengan tidak sah.
Menurut surat kabar tersebut, baik Departemen Luar Negeri AS, Kedutaan Besar AS di Kolombia yang menangani urusan Venezuela, maupun Kementerian Komunikasi Venezuela tidak memberikan komentar terkait penahanan itu.
Penangkapan warga Amerika tersebut terjadi seiring meningkatnya operasi militer AS di kawasan Karibia dan Pasifik Timur yang dimulai pada September lalu.
Washington mengklaim operasi tersebut menargetkan perdagangan narkoba, dengan sedikitnya 105 orang dilaporkan tewas dalam 29 serangan.
Adapun pada pekan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS baru-baru ini melakukan serangan terhadap sebuah pabrik besar atau fasilitas besar tempat kapal-kapal berangkat.
Ia tidak merinci lembaga AS mana yang melakukan serangan tersebut, meskipun CNN melaporkan bahwa CIA yang melaksanakannya.
Kampanye AS terhadap Venezuela juga mencakup taktik tekanan yang lebih luas, termasuk penyitaan kapal, pemblokiran kapal tanker minyak, serta peningkatan kehadiran militer di dekat perairan Venezuela. Ciracas mengecam tindakan Washington sebagai bentuk pembajakan internasional.
Sanksi Baru
Sementara itu, Amerika Serikat, Rabu (31/12/2025) mengumumkan sanksi baru terhadap sektor minyak Venezuela guna meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Departemen Keuangan AS melalui Kantor Pengawasan Aset Asing atau Office of Foreign Assets Control (OFAC) menjatuhkan sanksi terhadap empat perusahaan yang beroperasi di sektor minyak Venezuela serta menetapkan empat kapal tanker minyak terkait sebagai aset yang diblokir.
Menurut pernyataan Departemen Keuangan, kapal-kapal tersebut dinilai terus menyediakan sumber daya keuangan yang mendukung apa yang disebut kementerian itu sebagai illegitimate narco-terrorist regime alias rezim narkoteroris tidak sah pimpinan Maduro.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa pemerintah Maduro semakin bergantung pada apa yang disebut sebagai armada bayangan dari kapal-kapal di berbagai belahan dunia untuk memfasilitasi aktivitas yang dapat dikenai sanksi.
âPresiden Trump telah menegaskan dengan jelas bahwa kami tidak akan membiarkan rezim Maduro yang tidak sah memperoleh keuntungan dari ekspor minyak sambil membanjiri Amerika Serikat dengan narkoba mematikan,â kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Ia menambahkan bahwa Departemen Keuangan akan terus menjalankan kampanye tekanan terhadap pemerintahan Maduro sebagaimana dicanangkan Presiden Trump.
- Konflik AS-Venezuela
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
2 Jam 28 Menit: Bagaimana Pasukan Delta Force AS Menculik Presiden Venezuela Nicolás Maduro
-
32 Personel Pasukan Elit Baret Hitam Kuba Tewas dalam Serangan Delta Force AS di Venezuela
-
Konflik AS-Venezuela: Amerika Serikat Sudah Rencanakan Misi Penangkapan Maduro Berbulan-bulan dan Kerahkan 150 Pesawat Berbagai Jenis
-
Angkatan Laut Russia Kerahkan Kapal Selam dan Kapal Perang untuk Mengawal Tanker Minyak dari Venezuela
-
Operasi Penangkapan Maduro Gagalkan Ratusan Penerbangan di Seluruh Karibia
-
Keterangan pers kondisi terkini di Venezuela
-
Maduro Ucapkan Selamat Tahun Baru - Mahkamah Agung Venezuela Tunjuk Wapres Delcy Rodriguez sebagai Presiden Sementara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.