Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dividen Perbankan Tembus Rp80,34 Triliun pada 2025, KSEI Catat Rekor

📅 Selasa, 30 Des 2025, 20:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dividen Perbankan Tembus Rp80,34 Triliun pada 2025, KSEI Catat Rekor Doc: Antara
Ket. Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eddy Manindo Harahap bersama jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Self-Regulatory Organization (SRO) dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Gedung BEI Jakarta, Selasa (30/12).

Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan bahwa sektor perbankan menjadi penyumbang dividen terbesar di pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengungkapkan sektor perbankan menyumbangkan dividen sebesar Rp80,34 triliun sepanjang tahun 2025, diikuti oleh sektor energi-batu bara senilai Rp27 triliun.

"Selama 2025, sektor financial atau perbankan itu mendistribusikan dividen sebesar Rp80,3 triliun. Kemudian sektor energi, di bawahnya ada sektor energy-coal production itu Rp27 triliun," ungkap Samsul dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Gedung BEI Jakarta, Selasa (30/12).

Selanjutnya, terdapat sektor infrastruktur & layanan telekomunikasi terintegrasi yang membagikan dividen sebesar Rp20,18 triliun sepanjang tahun 2025, dan perusahaan industri & holding multi sektor senilai Rp10,48 triliun.

Kemudian, sektor infrastruktur & layanan telekomunikasi nirkabel yang membagikan dividen senilai Rp10,46 triliun sepanjang tahun 2025.

Sepanjang tahun 2025, Samsul mengungkapkan KSEI telah mendistribusikan tindakan korporasi senilai Rp491 triliun atau tumbuh dibandingkan senilai Rp469 triliun pada periode sama tahun sebelumnya, yang mencakup sebanyak 7.610 tindakan korporasi.

"Dari 7.610 tindakan tersebut, sebagian besar adalah pendistribusian bunga obligasi, kemudian bagi hasil, pelunasan pokok, kemudian pembagian dividen, serta kegiatan lainnya yang KSEI lakukan dalam angka mendistribusikan tindakan korporasi kepada investor," ujar Samsul.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan saat ini investor di pasar modal Indonesia telah tumbuh 36 persen year on year (yoy) menjadi sebanyak 20,2 juta Single Investor Identification (SID) dibandingkan sebanyak 14,8 juta SID pada akhir 2025.

"Pertumbuhan ini rasanya bagian dari hasil yang telah dilakukan oleh kita semua dalam memasyarakatkan atau menyebarluaskan manfaat dan fungsi dari pasar modal kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujar Samsul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.