Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Pastikan Percepat Penanganan Insiden Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo

📅 Senin, 29 Des 2025, 14:13 WIB | Oleh:
Pemerintah Pastikan Percepat Penanganan Insiden Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo Doc: antara foto
Ket. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah telah meminta adanya percepatan penanganan kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12), dia menyebut pemerintah telah melakukan koordinasi secara intensif dengan jajaran TNI, Polri, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Kita memonitor adanya kejadian kecelakaan di Labuan Bajo dan kami juga minta kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Kemenhub untuk bekerja keras secepat mungkin melakukan penanganan-penanganan," ujarnya.

Prasetyo menyampaikan pemerintah terus mengerahkan bantuan untuk pencarian korban insiden kapal tersebut.

Menurut informasi yang ia terima, masih ada korban dari kapal wisata itu yang belum ditemukan. "Karena informasi terakhir, korban masih belum ditemukan," ucapnya.

Kapal Phinisi Putri Sakina tenggelam di perairan Selat Padar akibat diduga terkena gelombang setinggi dua meter yang mengakibatkan mesin mati. Hingga kini, empat wisatawan asal Spanyol, yaitu pelatih sepak bola wanita Valencia CF Fernando Martin Careras dan ketiga anaknya, belum ditemukan.

Sebanyak tujuh penumpang beserta awak kapal dilaporkan berhasil diselamatkan dalam musibah tersebut.

Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), Tim SAR akan melanjutkan operasi pencarian selama tujuh hari, dengan evaluasi berkala berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan.

Sebagai langkah pencegahan, otoritas kesyahbandaran di bawah Kementerian Perhubungan, telah menetapkan larangan sementara pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo, terhitung sejak 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 atau sampai dengan pengumuman lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Megapolitan
Sistem Tabela Memodernisasi...

Baru Dibahas, Tarif Parkir Tak Naik

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Baru Dibahas, Tarif Parkir ...

Aksi Sampaikan Aspirasi Hak Konstitusional Warga

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Nasional
Aksi Sampaikan Aspirasi Hak...
Megapolitan
Pasien Rehabilitasi Narkoba...
Nasional
Modifikasi Cuaca OIKN Berha...
Megapolitan
Karya Kreatif Indonesia Cuk...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.