Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perry Bamonte, Gitaris dan Keyboardis The Cure Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun

📅 Sabtu, 27 Des 2025, 08:37 WIB | Oleh:
Perry Bamonte, Gitaris dan Keyboardis The Cure Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun Doc: AP
Ket. Perry Bamonte (kanan), Simon Gallup (tengah), dan Robert Smith (kiri) dari grup rock Inggris The Cure memegang plakat Hollywood Rockwalk di Los Angeles, AS, 30 April 2004.

LONDON - Gitaris dan pemain keyboard The Cure, Perry Bamonte, meninggal dunia pada usia 65 tahun, demikian diumumkan oleh band rock gelap legendaris asal Inggris tersebut pada Jumat (26/12).

Bamonte, yang menjadi anggota tetap The Cure pada tahun 1990, "meninggal dunia setelah sakit singkat di rumah selama Natal", menurut pernyataan yang dipublikasikan di situs web band tersebut.

"Dengan kesedihan mendalam, kami mengkonfirmasi kematian sahabat dan rekan band kami, Perry Bamonte," demikian bunyi pernyataan tersebut.

"Tenang, intensif, intuitif, konsisten, dan sangat kreatif, 'Teddy' adalah bagian yang hangat dan penting dari kisah The Cure."

"Doa dan belasungkawa kami sampaikan kepada seluruh keluarganya, ia akan sangat dirindukan."

The Cure, yang vokalisnya berusia 66 tahun, Robert Smith, terkenal karena pendekatannya yang inovatif terhadap musik serta stamina di atas panggung. Band ini telah bertransformasi sepanjang keberadaannya yang produktif selama beberapa dekade.

Ketika The Cure terbentuk pada tahun 1976, Bamonte awalnya menjadi bagian dari kru tur mereka sejak tahun 1984 sebelum menikmati dua periode sebagai anggota musik, memainkan gitar, kontrabas enam senar, dan keyboard.

Periode pertama, dari tahun 1990, berlangsung selama 14 tahun; periode kedua dimulai dari tahun 2022 dan seterusnya.

Dalam pernyataannya, The Cure mencatat bahwa Bamonte telah membantu menciptakan banyak album, termasuk "Wish" (1992), "Wild Mood Swings" (1996), "Bloodflowers" (2000), "Acoustic Hits" (2001), dan "The Cure" (2004).

Dia tampil di lebih dari 400 pertunjukan selama 14 tahun pertamanya di band tersebut, dan kemudian memainkan 90 pertunjukan lagi setelah bergabung kembali tiga tahun lalu, tambahnya.

Pertunjukan-pertunjukan selanjutnya itu adalah "beberapa yang terbaik dalam sejarah band," demikian pernyataan tersebut.

Dipimpin oleh vokalis Smith yang melengking dan penuh kesedihan serta tekstur gitar yang kaya, The Cure membantu membentuk musik Goth rock dengan album-album termasuk "Pornography" tahun 1982, yang penuh dengan citra bunuh diri.

Band ini kemudian meraih kesuksesan dengan lagu-lagu yang jauh lebih ceria, termasuk "Friday I'm in Love".

Mereka terus melakukan tur, tetapi sebelum perilisan "Songs of a Lost World" tahun lalu, mereka belum merilis album studio baru sejak "4:13 Dream" pada tahun 2008.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.