Keselamatan Mulai dari Rumah
📅 Kamis, 25 Des 2025, 20:25 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPerhatian besar juga diberikan pada penguatan sarana ibadah. Sebanyak Rp 10 miliar dialokasikan untuk renovasi 100 gereja di 38 provinsi di Indonesia, dengan nilai bantuan Rp 100 juta per gereja. Dari jumlah tersebut, enam provinsi di wilayah Papua memperoleh masing-masing lima renovasi gereja, sementara Provinsi Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur masing-masing mendapat lima gereja. Total renovasi di wilayah-wilayah tersebut mencapai 45 gereja, sedangkan 55 gereja lainnya didistribusikan ke 29 provinsi lain di Indonesia. Program renovasi gereja ini mendapat dukungan dari pengusaha nasional James Riady.
Panitia Natal Nasional juga memberikan bantuan kepada organisasi aras Gereja nasional, meliputi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Baptis Indonesia, Advent Indonesia, Bala Keselamatan, dan Ortodoks.
Dalam rangkaian puncak perayaan, panitia menyiapkan bantuan bagi 3.000 tamu kehormatan yang terdiri dari anak sekolah minggu Kristen dan Katolik, guru sekolah minggu, koster gereja, guru agama Kristen dan Katolik, paduan suara gereja, anak yatim piatu, serta penyandang disabilitas. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp 1,5 juta, sehingga total anggaran yang disalurkan mencapai Rp 4,5 miliar.
Tak hanya itu, perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat juga diwujudkan melalui pembangunan dua jembatan di wilayah Papua Pegunungan dengan nilai bantuan Rp 2,5 miliar. Panitia juga mengalokasikan Rp 3 miliar untuk pembangunan aula Sekolah Tinggi Alkitab Tambozeman di Desa Sinakma, Wamena, Papua Pegunungan, sebagai dukungan terhadap pendidikan teologi dan pembinaan sumber daya manusia lokal. Sebagai bagian dari penguatan iman umat, Panitia Natal Nasional turut menyalurkan 10.000 eksemplar Alkitab kepada masyarakat dengan nilai bantuan sekitar Rp 1 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seluruh rangkaian aksi sosial tersebut mencerminkan makna Natal yang berdampak, yakni menghadirkan manfaat konkret bagi mereka yang membutuhkan. Panitia juga menegaskan bahwa seluruh proses penggalangan dan penyaluran dana dilakukan secara terbuka dan transparan. “Pendanaan Natal Nasional berasal dari gotong royong panitia serta dukungan berbagai individu dan komunitas lintas agama, dan seluruh prosesnya disaksikan secara terbuka oleh publik,” kata Ara, nama sapaan akrab Maruarar.
Melalui pendekatan ini, Natal Nasional 2025 diharapkan tidak berhenti pada simbol dan perayaan, melainkan menjadi peristiwa iman yang berbuah dalam tindakan nyata. Sejalan dengan semangat yang diusung panitia, Natal yang sederhana, berdampak, dan terbuka adalah Natal yang mengulurkan tangan kepada yang lemah, menolong yang susah, serta menghadirkan harapan bagi mereka yang kerap terpinggirkan. “Iman yang berbuah, tindakan yang berdampak,” menjadi pesan utama Natal Nasional 2025, sebuah panggilan pengabdian dan kesaksian iman bagi sesama dan bagi Indonesia,’ pungkas Ara.*
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!