Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sisternet Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Perempuan Pasca-Lapas

📅 Rabu, 24 Des 2025, 17:27 WIB | Oleh:
  Sisternet Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Perempuan Pasca-Lapas Doc: XLSmart
Ket. Acara Sisternet SheInspire di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Denpasar yang berlangsung pada tanggal 18–19 Desember 2025. Sisternet dari XLSmart memperkuat pemberdayaan perempuan melalui program SheInspire bagi perempuan pasca-lapas dan Kompetisi Modal Pintar (KMP) 2026 bertema Go Export untuk mendorong UMKM perempuan naik kelas hingga pasar internasional.

JAKARTA - Sisternet, ekosistem pemberdayaan perempuan dari PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart), memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui dua inisiatif utama yaitu Sisternet SheInspire dan Kompetisi Modal Pintar.

Pertama Sisternet SheInspire di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Denpasar pada 18–19 Desember 2025, kedua pembukaan pendaftaran Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026 (KMP 2026) yang mengusung tema Go Export untuk memperluas peluang womenpreneurs Indonesia menuju pasar internasional.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan, kedua inisiatif menggunakan pendekatan yang menggabungkan peningkatan kapasitas, pendampingan, dan ekosistem dukungan.

“Sisternet menargetkan lahirnya lebih banyak perempuan pelaku usaha yang siap berkembang berkelanjutan, sekaligus membuka ruang aman dan produktif bagi perempuan yang sedang mempersiapkan reintegrasi sosial pasca-lapas agar mampu membangun hidup mandiri,” ujar dia melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (24/12).

Perencana Ahli Muda, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Setiorini, menyampaikan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memandang program SheInspire Denpasar sebagai ruang aman yang penting bagi perempuan klien pemasyarakatan untuk memulai kembali hidupnya secara bermartabat.

“Upaya pemulihan pasca-lapas tidak cukup berhenti pada pendampingan psikososial, tetapi perlu dilengkapi dengan penguatan kapasitas, kepercayaan diri, serta akses terhadap keterampilan dan peluang ekonomi agar mereka dapat berdaya dan terlindungi dari berbagai risiko kerentanan,” paparnya.

 KemenPPPA mengapresiasi kolaborasi Sisternet/XLSMART bersama Balai Pemasyarakatan Denpasar yang menghadirkan pembinaan praktis, mulai dari keterampilan, kewirausahaan, hingga literasi keuangan, sebagai bekal reintegrasi sosial yang lebih kuat.

“Kami mendukung inisiatif lintas pihak seperti ini agar semakin banyak perempuan pasca-lapas memiliki jalan untuk bangkit, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi positif bagi keluarga serta komunitasnya,” ujar Setiorini.

Sementara itu, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar, I Kadek Dedy Wirawan Arintama, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program She Inspire sebagai bentuk sinergi strategis dalam upaya pemberdayaan klien pemasyarakatan perempuan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana penguatan kapasitas, kepercayaan diri, serta kemandirian klien melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar berkomitmen untuk terus mendukung program yang mendorong reintegrasi sosial klien secara produktif, mandiri, dan berdaya guna di tengah Masyarakat,” ungkapnya.

Merza menerangkan, program Sisternet SheInspire merupakan respons atas tantangan reintegrasi sosial perempuan pasca-lapas, terutama terkait kepercayaan diri, akses ekonomi, dan keberlanjutan hidup mandiri.

Berlangsung secara offline pada 18–19 Desember 2025 di Balai Pemasyarakatan Denpasar, program ini menyasar sekitar 50 peserta klien pemasyarakatan perempuan yang telah atau akan selesai menjalani masa pembinaan. Peserta dipilih melalui kurasi dan rekomendasi Bapas.

 Lebih lanjut, ia menerangkan SheInspire Denpasar dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pihak, yaitu Sisternet sebagai perancang program, penyusun kurikulum, fasilitator, serta pendukung literasi digital dan kewirausahaan.

Kemudian KemenPPPA RI yang memberikan dukungan kebijakan serta perspektif perlindungan dan pemberdayaan perempuan, Sementara Balai Pemasyarakatan Denpasar yang memfasilitasi peserta, lokasi, serta pendampingan klien pemasyarakatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.