Sektor Pariwisata Bergejolak: Gelombang 1,45 Juta Wisman Bakal Sambangi Indonesia Saat Nataru
📅 Selasa, 23 Des 2025, 17:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-PT KAI
TANGERANG – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melonjak selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, mencerminkan pemulihan kuat sektor pariwisata sekaligus meningkatnya mobilitas lintas negara.
Lonjakan ini didorong oleh kombinasi faktor musiman, stabilitas keamanan, serta perbaikan konektivitas transportasi dan promosi destinasi.
Meski bersifat musiman, tren tersebut memberi sinyal positif terhadap kontribusi pariwisata pada devisa dan konsumsi domestik, dengan tantangan lanjutan pada kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memproyeksikan sebanyak 1,45 juta pergerakan wisman akan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
"Kami memprediksikan untuk wisatawan mancanegara ada sekitar 1,45 juta, untuk periode Nataru ini," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam kunjunganya ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa (23/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain wisman, pada periode libur akhir tahun ini terdapat 128 juta wisatawan nusantara (wisnu) juga bergerak dalam perjalanan destinasi wisata.
"Kemudian kalau untuk yang naik pesawat (wisatawan) itu sekitar 3,4 juta orang," ujar dia.
Ia bilang, dari proyeksi jutaan pergerakan wisatawan di tanah air selama periode Nataru ini diprediksi akan mendominasi kunjungan destinasi ke daerah Bali, Surabaya, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Sumatra.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bali tetap untuk domestik, tapi untuk yang naik pesawat tentunya. Tadi saya juga berbicara ada yang ke Surabaya, ke Sumatera juga, Ujung Pandang. Jadi banyak beragam tapi Bali masih favorit. Kemudian Yogyakarta juga rame sekali sekarang," katanya.
Ia mengungkapkan, dengan adanya prediksi peningkatan kunjungan wisatawan ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Kendati, pihaknya telah mempersiapkan paket wisata hingga berbagai event sebagai strategi pemasaran dalam mendorong perjalanan wisata.
Kementeriannya, kata Widiyanti, mulai melaksanakan berbagai aktivasi pemasaran seperti pameran, forum pariwisata, kerja sama dengan platform OTA, hingga promosi daerah, di antaranya berkolaborasi dengan asosiasi HIPPINDO dan APPBI untuk melaksanakan Indonesia Great Sale yang dimulai sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
"Intinya Kemenpar sudah berupaya banyak hal, kami sudah memberi SE kepada pemda, asosiasi dan pengelola daya tarik wisata untuk mengkaji dari segi resiko dan memastikan wisatawan itu aman dan nyaman serta memperhatikan kondisi cuaca apa dampaknya bagi destinasi tersebut dan buat wisatawan nyaman dan lebih baik," ujar dia.
Ia menambahkan, disamping memberikan promosi, Kemenpar juga menyiapkan strategi dalam daya tarik wisata event dengan memetakan kegiatan sebanyak 244 event yang tersebar di berbagai daerah.
"Kami juga membuat event wisata belanja yang selama Desember ini diskonmya 18-20 persen agar meningkatkan wisatawan mancanegara berbelanja dan kami membahas tax refund dimudahkan di bandara untuk paket wisata selama Nataru dan event-nya ada sekitar 244 event," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!