Kerusakan Irigasi Capai 2,6 Km, Pemkot Pariaman Siapkan Langkah Perbaikan
📅 Selasa, 23 Des 2025, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Pariaman - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, mencatat sepanjang 2,6 kilometer (km) irigasi rusak di daerah ini akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
"Irigasi yang rusak tersebut ada di beberapa lokasi, kalau dijumlahkan bagian yang rusak mencapai 2,6 kilometer," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa, di Pariaman, Selasa (23/12).
Ia mengatakan irigasi tersebut ada yang kondisinya yang patah dan juga ada dinding irigasi rebah, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik hingga ke hilir untuk mengairi ratusan hektare sawah di daerah itu.
Menurutnya, dengan terganggunya pasokan air, dapat mempengaruhi ketahanan pangan daerah sebab produksi komoditas kebutuhan pokok itu turun drastis.
Oleh karena itu, katanya lagi, Pemkot Pariaman telah melaporkan kerusakan tersebut kepada Kementerian Pertanian (Kementan) pada awal Desember agar pemerintah pusat dapat memperbaikinya segera.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mudah-mudahan Kementan dapat memperbaikinya segera melalui rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani," katanya pula.
Dirinya optimis pemerintah pusat akan membantu perbaikan irigasi tersebut segera, karena ketahanan pangan menjadi program unggulan Presiden apalagi Kementan telah mengunjungi Pariaman untuk melihat dampak bencana.
Dia menyampaikan data kerusakan infrastruktur vital di bidang pertanian tersebut sama dengan data yang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pariaman sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan akibat bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi datanya satu pintu," katanya lagi.
Pariaman merupakan salah satu daerah di Sumbar yang terdampak cuaca ekstrem yang terjadi dari 21 hingga 28 November. Setidaknya Pemkot Pariaman merilis daerah itu mengalami banjir di 121 lokasi, longsor enam lokasi, dan puluhan pohon tumbang.
Akibat cuaca ekstrem tersebut, lima ruas jalan ambles, satu jembatan rusak, 45 unit sekolah rusak, dinding penahan di sejumlah aliran sungai di Pariaman juga rusak akibat dihantam banjir. Bahkan 25 hektare ladang dan ratusan hektare lahan sawah juga terendam banjir.
Selain itu, 58 unit rumah warga Pariaman statusnya menjadi tidak layak huni, sehingga penghuninya harus diungsikan guna mengantisipasi kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan dan jatuhnya korban.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!