Kabupaten Penajam Tawarkan Rasa dan Alam Lewat Agrowisata Petani Lokal
Selasa, 23 Des 2025, 17:15 WIBPENAJAM PASER UTARA â Pengembangan agrowisata memiliki potensi strategis dalam memperkuat ekonomi pedesaan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan. Selain menjadi sumber pendapatan
tambahan bagi petani, agrowisata juga mendorong diversifikasi ekonomi lokal, memperluas lapangan kerja, dan memperkenalkan praktik pertanian berkelanjutan kepada masyarakat luas.
Keberhasilan sektor ini bergantung pada integrasi antara produksi pertanian, aksesibilitas wisata, promosi yang efektif, serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Dengan pendekatan yang tepat, agrowisata bisa menjadi jembatan antara ekonomi kreatif dan ketahanan pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, membantu petani mengembangkan agrowisata menyambut kepindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah di kabupaten itu, yakni di Kecamatan Sepaku.
"Pemerintah kabupaten programkan bantuan bibit tanaman buah kepada petani," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan ketika ditanya mengenai mengembangkan tanaman buah di Penajam, Selasa (23/12).
"Juga diprogramkan penyuluh pertanian melakukan pendampingan kepada petani, untuk mengembangkan agrowisata," tambahnya.
Pemerintah Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku telah membentuk Kampung Buah pada tahun ini, lanjut dia, memanfaatkan dana karbon atau kompensasi penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari Bank Dunia.
Bantuan dana karbon sekitar Rp240 juta dari Bank Dunia yang disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur digunakan Pemerintah Desa Sukaraja untuk pengadaan bibit buah-buahan.
Kampung Buah Desa Sukaraja memiliki luas 12 hektare, ditanami berbagai jenis bibit buah-buahan, antara lain mangga, durian, kelengkeng dan jambu air.
Langkah awal pengembangan agrowisata pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan bantuan bibit buah-buahan kepada petani di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Penajam.
"Bantuan sekitar 2.200 bibit tanaman buah-buahan diberikan kepada petani di Kelurahan Pemaluan," jelasnya.
Bantuan bibit tanaman buah yang telah disalurkan kepada petani di Kelurahan Pemaluan, antara lain, durian, nangka, kelengkeng dan jambu kristal.
"Tahun ini sudah memberikan bantuan bibit tanaman buah khusus wilayah Pemaluan, dan didorong ke depan bisa dikembangkan menjadi agrowisata,â katanya.
Pemerintah kabupaten juga mendorong masyarakat untuk menanam tanaman buah-buahan di setiap pekarangan rumah untuk menyongsong IKN, sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga, demikian Gunawan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
AS Pindahkan Kapal Induk Marinir dari Jepang untuk Melawan Iran
-
UGM: Kerja Sama Ekspor Listrik Buka Jalan Indonesia Jadi Pemain Utama Energi Hijau
-
Sawah Bertambah, Produksi Padi Sumsel Siap Tancap Gas!
-
1.000 UMKM di NTT Memperoleh Sertifikat Halal Sepanjang 2025
-
Agrowisata petik buah di Kabupaten Bandung Barat
-
Agrowisata Tepas Papandayan dikelola BUMdes
-
Alwi Coba Adang Kunlavut, Putri KW Kembali Lawan Tomoka Miyazaki
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.