UMKM Jadi Mesin Utama IKN, Otorita Pastikan Ekonomi Tak Dikuasai Korporasi Besar

Minggu, 21 Des 2025, 19:20 WIB

PENAJAM PASER UTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya untuk menempatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar utama dalam membangun ekonomi IKN yang inklusif dan berkelanjutan.

Penguatan UMKM diarahkan agar pelaku usaha lokal di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif dalam rantai ekonomi baru yang tumbuh seiring pembangunan ibu kota negara.

Ket. Foto: Ilustrasi - Istana Garuda di IKN. — Sumber: ANTARA/ M Ghofar

Secara analitis, strategi ini penting untuk memastikan manfaat pembangunan IKN terdistribusi secara merata dan berjangka panjang.

Dengan mendorong akses UMKM terhadap pembiayaan, pasar, pendampingan, serta integrasi ke dalam ekosistem pengadaan dan jasa di IKN, Otorita IKN berupaya membangun fondasi ekonomi yang resilien.

Pendekatan ini tidak hanya memperkuat daya saing usaha lokal, tetapi juga menjaga keberlanjutan sosial dan ekonomi kawasan IKN sebagai kota masa depan.

"UMKM menjadi motor penggerak ekonomi inklusif dan berkelanjutan di IKN dan kawasan sekitarnya," ujar Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha Otorita IKN, Ferdinand Kana Lo, ketika ditanya mengenai ekosistem investasi IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu (20/12).

Otorita berkomitmenmelakukan pengembangan UMKM secara lebih masif melalui pembangunan Sentra Industri Terpadu Nusantara (SITNa), galeri dan sentra layanan UMKM sebagai pusat pendampingan.

Kemudian pelatihan singkat (coaching clinic), pembentukan wadah organisasi atau perhimpunan UMKM IKN (KUBE/Koperasi), pembangunan basis data terintegrasi guna mewujudkan Smart UMKM, serta penguatan pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR).

Otorita IKN juga komitmen untuk terus memperhitungkan dukungan untuk pertumbuhan UMKM dalam perancangan dan rencana pembangunan infrastruktur di IKN.

"Dibangun dan dikembangkan ekosistem ekonomi IKN yang kuat dengan UMKM sebagai tulang punggung, UMKM di kawasan IKN dapat terus berkembang dan bertransformasi menjadi usaha berskala lebih besar," jelasnya.

Otorita IKN bersama Bank Indonesia menegaskan komitmen memperkuat ekonomi UMKM melalui berbagai langkah strategis, antara lain penataan kawasan tematik, kemudahan akses pembiayaan, kurasi UMKM agar naik kelas menuju investasi, digitalisasi UMKM, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok (supply chain).

"Saat ini, tercatat sebanyak 888 UMKM binaan Otorita IKN yang tersebar di tujuh kecamatan wilayah delineasi IKN," katanya.

Pengembangan ekonomi IKN dirancang dalam kerangka Tri-City Economy, IKN diposisikan sebagai pusat pemerintahan serta investasi hijau dan berkelanjutan, Kota Samarinda dikembangkan sebagai pusat sejarah dengan sektor energi yang diremajakan, dan Kota Balikpapan sebagai pusat industri hilir migas dan logistik Kalimantan.

Otorita IKN terus memperkuat fondasi ekonomi kawasan dengan mendorong UMKM sebagai penggerak utama ekosistem investasi dan kemudahan berusaha, menurut dia, melalui upaya penguatan ekosistem investasi dan kemudahan berusaha di IKN.

Kualitas dan tanggung jawab dalam membangun usaha untuk seluruh peserta UMKM sangat penting, sehingga menjadi pelaku UMKM sukses yang memiliki komitmen dan tanggung jawab penuh terhadap setiap kepercayaan dan pembelian diberikan kepada pelanggan, demikian Ferdinand Kana Lo.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.