Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tempe Dinilai Menteri Kebudayaan Dapat Jadi Senjata Gastrodiplomasi

📅 Minggu, 21 Des 2025, 16:52 WIB | Oleh:
Tempe Dinilai Menteri Kebudayaan Dapat Jadi Senjata Gastrodiplomasi Doc: ANTARA/Sri Dewi Larasati
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon berbicara dalam acara Festival Budaya Tempe di Jakarta, Minggu (21/12).

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai tempe bisa menjadi senjata gastrodiplomasi --bentuk diplomasi publik yang menggunakan makanan untuk mempromosikan citra suatu negara di luar negeri-- bagi Indonesia.

Dia menyampaikan peran penting para ahli makanan, koki, dan pelaku usaha kuliner dalam mengolah dan menyajikan hidangan berbahan tempe dalam upaya menjadikan tempe sebagai alat gastrodiplomasi.

"Tempe sebagai salah satu sumber protein nabati. Dan kita harapkan para chef, para ahli, terutama yang punya kearifan lokal itu menjadikan tempe itu baik dari bentuknya, dari rasanya, ini bisa semakin kreatif ke depan dan bisa menjadi gastrodiplomasi," katanya dalam ajang Festival Budaya Tempe di Jakarta, Minggu (21/12).

Menteri Kebudayaan juga mengemukakan perlunya lokakarya dan pelatihan bagi para perajin tempe untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memproduksi dan mengolah tempe.

"Bagaimana membuat tempe yang juga higienis, sehat, dan mungkin menggunakan bahan-bahan yang lebih organik. Itu akan mempertinggi nilai tempenya," kata dia.

Ia menambahkan, para perajin bisa menikmati peningkatan pendapatan kalau bisa memproduksi dan menghasilkan produk olahan tempe berkualitas tinggi.

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi dalam upaya untuk meningkatkan produksi tempe adalah masalah ketersediaan bahan baku.

Karena produksi kedelai di dalam negeri belum mencukupi, Indonesia masih bergantung pada kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan produksi bahan makanan berbahan kedelai seperti tahu dan tempe.

"Jadi, mungkin nanti di ahli-ahli pertanian kita juga bisa memproduksi kedelai kita sendiri ya, dengan sekarang ini kemajuan teknologi di bidang pertanian itu mudah-mudahan kita bisa mendapatkan tempe dari dalam negeri juga," kata Fadli.

Menteri Kebudayaan menyebut tempe sebagai bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan.

Menurut dia, pangan lokal seperti tempe termasuk objek pemajuan kebudayaan.

"Jadi ini bagian juga dari ekonomi budaya, karena budaya itu, termasuk di dalam objek pemajuan kebudayaan itu, termasuk juga pangan lokal. Karena pangan lokal ini ada ekspresi budaya di dalamnya, tidak bisa dipisahkan dari cultural expression atau ekspresi budaya," ia menjelaskan.

Kementerian Kebudayaan sudah mengajukan permohonan penetapan tempe sebagai bagian dari warisan budaya tak benda Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Harapannya, tempe bisa dimasukkan ke dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO pada 2026. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.