Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha: Jangan Mainkan Stok!
📅 Jumat, 19 Des 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: antara
JAKARTA – Peringatan kepada pelaku usaha jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah lonjakan permintaan musiman. Praktik mempermainkan stok dan harga tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga berpotensi memicu gejolak inflasi dan merusak kepercayaan pasar.
Kesiapan Satgas Pangan untuk menindak tegas pelaku usaha nakal menjadi sinyal penguatan pengawasan, sekaligus upaya memastikan mekanisme pasar tetap berjalan sehat selama periode Nataru. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan sikap pemerintah terhadap oknum pelaku usaha yang mencoba bermain-main dengan stok dan harga pangan menjelang HBKN Nataru.
“Kami tidak akan segan. Jika tidak tegas, pemerintah yang dihujat rakyat,” tegas Amran dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pasokan dan Harga Pangan HBKN Nataru yang dihadiri kementerian/ lembaga terkait, Satgas Pangan Polri, serta asosiasi pelaku usaha pangan di Jakarta, Kamis (18/12).
Dalam rakor itu, Amran secara terbuka menyinggung pengalaman pribadinya menghadapi tekanan pengendalian harga pangan setiap akhir tahun, yang distilahkan sebagai vertigo atau sakit kepala. Menurutnya, tekanan menjaga stabilitas pangan menjelang hari besar tidak ringan dan tidak boleh terulang.
“Aku tidak mau terulang, yang menaikan harga, aku vertigokan," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menegaskan istilah vertigo menjadi pengingat bersama agar tidak ada pihak yang bermain harga dan menambah beban pemerintah maupun masyarakat. Menurutnya, pengamanan harga pangan bukan lagi sekadar imbauan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara disiplin dan konsisten, terutama saat masyarakat merayakan hari besar keagamaan.
Sementara itu, Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menyatakan jajarannya siap melakukan pengawasan di lapangan, khususnya terhadap praktik penimbunan dan permainan harga pangan. “Kami bersama Satgas Pangan Daerah akan fokus pada pengawasan praktik penimbunan dan spekulan yang memanfaatkan momentum hari besar keagamaan nasional,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!