Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat: Pelarangan Mobil Listrik Naik Feri demi Jamin Keselamatan Penumpang, RI Belum punya Infrastruktur Atasi Kebakaran EV di Pelabuhan

📅 Kamis, 18 Des 2025, 22:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Perkuat edukasi publik

 Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa edukasi publik harus diperkuat menjelang masa liburan akhir tahun. Manifes yang lengkap, pembatasan muatan kendaraan, pemisahan kendaraan pribadi dan kendaraan logistik, serta pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan harus diterapkan secara ketat, bukan sekadar imbauan yang bisa diabaikan. Ia menilai bahwa otoritas pelabuhan harus memastikan setiap operator kapal mematuhi standar keselamatan modern. 

Capt. Hakeng juga mendesak pemerintah menerbitkan regulasi teknis yang lebih tegas dan mengikat mengenai pelarangan mobil listrik di kapal feri. Menurutnya, aturan yang berlaku saat ini masih terlalu umum dan tidak detail dalam menetapkan standar operasional lapangan. Ia merekomendasikan agar pelarangan tersebut dituangkan dalam bentuk peraturan menteri yang memuat definisi risiko, standar pengecekan kendaraan, ketentuan penempatan kendaraan di pelabuhan, dan sanksi tegas bagi operator yang melanggar.  

Selain itu, Capt. Hakeng mendorong pemerintah membangun infrastruktur penanganan kebakaran EV di pelabuhan, seperti kontainer isolasi tahan panas dan sistem deteksi dini berbasis sensor suhu. “Tanpa infrastruktur, larangan hanya jadi tulisan tanpa makna,” ujarnya seraya meminta pemerintah memastikan setiap operator feri melaksanakan pelatihan berkala menghadapi skenario kebakaran baterai, terutama menjelang periode puncak Nataru. “Simulasi itu tidak bisa sekadar formalitas. Harus realistis, harus serius,” tegasnya. 

 Menurut Capt. Hakeng, pemerintah daerah pun memegang peran strategis dalam pengawasan lapangan karena pelabuhan merupakan titik pertemuan antara laut dan daratan. Pemerintah daerah memiliki kapasitas untuk melakukan inspeksi kendaraan, memastikan kepatuhan prosedur keselamatan, dan melakukan edukasi langsung kepada masyarakat. Diingkannya pula bahwa keselamatan laut bukan semata-mata urusan teknis pelayaran, melainkan bagian dari strategi nasional menjaga stabilitas sosial dan ekonomi Indonesia. 

Dalam konteks negara kepulauan, laut adalah urat nadi, dan keselamatan adalah denyut yang menjaganya tetap hidup,” ujarnya serya meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator kapal, dan masyarakat untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama pada musim Nataru tahun ini. “Nataru bukan sekadar liburan. Ini ujian kedisiplinan kita sebagai bangsa. Kita ingin orang pulang dengan selamat, bukan dengan cerita buruk. Itu tujuan utamanya,” imbuh Capt. Hakeng. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

24 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.