Setelah Puluhan Tahun Dijarah, Harta Karun Kuno Kembali ke Pangkuan Kamboja

Rabu, 17 Des 2025, 22:53 WIB

PHNOM PENH - National Museum of Asian Art di bawah naungan Smithsonian Institution di Washington DC, Amerika Serikat (AS), telah menyetujui pengembalian tiga mahakarya seni Khmer yang sangat berharga kepada Kamboja.

Demikian disampaikan dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja yang dirilis pada Rabu.

Ket. Foto: — Sumber: Cambodia Ministry of Culture and Fine Art

Pengembalian tersebut dilakukan setelah melewati proses negosiasi selama beberapa tahun, kata rilis pers itu, seraya menambahkan bahwa artefak-artefak tersebut meliputi patung batu pasir kepala dewa persatuan Harihara dari abad ke-10, patung batu pasir Dewi Uma dari abad ke-10 serta patung perunggu Dewi Prajnaparamita dari akhir abad ke-12.

"Pengembalian patung-patung suci ini merupakan hasil dari investigasi asal-usul yang mendalam, yang menyimpulkan bahwa benda-benda tersebut diambil dari Kamboja dalam periode puluhan tahun perang saudara dan ketidakamanan yang memicu penjarahan luas," demikian bunyi rilis pers tersebut.

"Pemulangannya merupakan langkah yang sangat bermakna menuju pemulihan budaya bagi rakyat Kamboja," lanjut pernyataan itu.

Menteri Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja Phoeurng Sackona mengatakan kepulangan artefak-artefak tersebut menandai momen refleksi nasional dan pemulihan bagi sebuah negara yang telah mengalami puluhan tahun konflik dan perusakan budaya.

Sackona juga mengharapkan agar organisasi-organisasi lain mengikuti langkah museum AS tersebut dengan menerapkan kebijakan yang memudahkan negara-negara seperti Kamboja untuk mendapatkan kembali artefak yang hilang selama masa perang. Ant/Xinhua

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.