Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Panglima TNI Hadiri Pengarahan Presiden kepada Kepala Daerah se-Papua dan KEPP Otonomi Khusus Papua

📅 Rabu, 17 Des 2025, 18:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Panglima TNI Hadiri Pengarahan Presiden kepada Kepala Daerah se-Papua dan KEPP Otonomi Khusus Papua Doc: Puspen TNI
Ket. Panglima TNI menghadiri pengarahan Presiden kepada kepala daerah se-Papua dalam rangka penguatan Otonomi Khusus dan stabilitas nasional.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Pengarahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada para Kepala Daerah se-Papua serta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP) terkait Percepatan Pembangunan Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Presiden Prabowo Subianto menegaskan percepatan pembangunan Papua di seluruh sektor dengan menjadikan pangan sebagai fondasi utama transformasi nasional. Presiden menekankan pentingnya ketahanan dan swasembada pangan hingga tingkat daerah. “Untuk kita aman pangan, kita harus swasembada pangan, kita harus menjamin produksi pangan kita sendiri. Dan ini tidak hanya pangan secara nasional, kita harus swasembada pangan secara provinsi, bahkan bila perlu secara kabupaten,” ungkap Presiden.

Presiden juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dengan menyiapkan Papua sebagai kawasan strategis pengembangan energi. Presiden menilai Papua memiliki potensi energi yang besar dan harus dimanfaatkan bagi kepentingan daerah dan nasional. “Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik dan Menteri ESDM juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil daripada energi yang diproduksi di Papua,” ujar Presiden.

Pemerintah menargetkan Papua mencapai swasembada pangan paling lambat dalam tiga tahun ke depan melalui langkah konkret untuk mengejar ketertinggalan produksi beras sekaligus mengoptimalkan potensi pangan lokal, termasuk revitalisasi industri sagu dan pengaktifan kembali pabrik sagu di Sorong sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik dan pemerataan hasil pembangunan seiring posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia. Presiden mengajak seluruh unsur pimpinan pusat dan daerah untuk mengelola kekayaan negara secara arif, jujur, dan bertanggung jawab agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Papua.

Pada kegiatan tersebut, Ketua KEPP OKP Velix Wanggai menyampaikan agenda prioritas percepatan pembangunan Papua, meliputi penguatan program quick wins berbasis budaya dan partisipasi masyarakat (asta cita rasa Papua), penguatan perlindungan sosial bagi orang asli Papua, perluasan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, serta pengembangan ekonomi lokal melalui produk unggulan daerah dan kawasan ekonomi strategis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.