• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • The Founder5 II: Istora Pe...

The Founder5 II: Istora Penuh Tawa, Ini Malam Terakhir yang Bikin Berat Pulang

Selasa, 16 Des 2025, 18:00 WIB

JAKARTA - Pertunjukan komedi The Founder5 II: Unfinished Business sukses digelar di Istora Senayan dan langsung mencatatkan diri sebagai salah satu malam komedi paling emosional di Indonesia. Ribuan penonton memadati arena untuk menyaksikan penampilan terakhir The Founder5 dalam formasi lengkap.

Acara ini menjadi kelanjutan sekaligus penutup perjalanan kolektif para founder yang selama bertahun-tahun membentuk wajah baru komedi Tanah Air. Nuansa nostalgia dan perpisahan terasa kuat sejak lampu panggung menyala.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram: @thefounder5_

Chemistry antar-performer langsung terasa solid tanpa perlu banyak pemanasan. Tawa penonton mengalir konsisten sepanjang pertunjukan, seolah semua sadar ini bukan malam biasa.

Pertunjukan dibuka dengan sesi stand-up comedy dari Ali Akbar, Isman H.S., Pandji Pragiwaksono, dan Dany Beler. Keempatnya tampil bergantian dengan materi khas yang langsung memecah suasana Istora.

Materi yang dibawakan tidak hanya ringan, tetapi juga reflektif terhadap perjalanan personal masing-masing komika. Respons penonton pun terasa lebih emosional dibandingkan pertunjukan komedi pada umumnya.

Setelah sesi stand-up, panggung beralih ke segmen improv comedy yang menjadi ciri khas The Founder5. Ernest Prakasa dan Raditya Dika membuka sesi ini lewat permainan mannequin yang penuh kejutan.

Permainan dilanjutkan dengan sesi sound effect yang dimainkan Raditya Dika bersama Ryan Adriandhy. Interaksi spontan antar-performer memicu tawa tanpa henti dari penonton.

Suasana semakin liar saat Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika menghadirkan improv bernyanyi lintas genre. Ryan Adriandhy, Ernest Prakasa, dan Isman H.S. berperan sebagai host yang menjaga ritme tetap cair.

Salah satu segmen paling ditunggu adalah sketch comedy bertema reformasi. Sketsa ini menghadirkan sudut pandang satir dengan balutan humor khas The Founder5.

Dalam sketsa tersebut, para founder berperan sebagai pembisik dari "surga" dan "neraka". Mister Aloy dan Ummi Quary tampil sebagai mahasiswa yang terjebak dalam konflik cerita.

Hifdzi Khoir hadir sebagai dalang yang menggerakkan alur cerita. Adi Arkiang memerankan sosok presiden, sementara Ali Akbar tampil sebagai ajudan presiden.

Sketsa ini menjadi salah satu puncak tawa malam itu karena dipenuhi dialog satir dan improvisasi bernyanyi lintas genre. Penonton merespons dengan gelak tawa panjang dan tepuk tangan meriah.

CEO GOLDLive Indonesia, M. Faqih Mulyawan, mengapresiasi antusiasme penonton yang memenuhi Istora Senayan.

"Antusiasme penonton luar biasa karena ini adalah show terakhir The Founder5," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa produksi The Founder5 II dipersiapkan secara maksimal.

"Kami ingin memastikan ini menjadi penutup yang layak dan berkesan," lanjut Faqih.

Pandji Pragiwaksono selaku CEO Comika sekaligus salah satu founder mengaku emosional bisa kembali tampil bersama.

"Rasanya menyenangkan banget bisa naik panggung bareng lagi setelah perjalanan yang panjang," katanya.

Pandji menilai kebersamaan di atas panggung menjadi pengalaman yang sangat personal.

"Semoga energi yang kami rasakan juga sampai ke penonton," ujarnya.

Pertunjukan tahun ini terasa lebih padat dibandingkan edisi sebelumnya. Banyaknya segmen improv dan sketsa membuat ritme berjalan cepat namun tetap solid.

Interaksi spontan antar-performer menciptakan banyak momen tak terduga. Kehadiran Hifdzi Khoir yang sebelumnya absen justru memberi warna baru dalam susunan pemain.

Raditya Dika juga menyebut pertunjukan ini sebagai momen langka yang sulit terulang.

"Bisa tampil bareng lagi itu sesuatu yang bikin senang secara personal," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses pertunjukan dijalani dengan kesadaran penuh akan makna perpisahan.

"Mudah-mudahan penonton pulang dengan perasaan ringan dan senyum," katanya.

Pertunjukan ditutup dengan ensemble scene yang menjadi simbol berakhirnya perjalanan The Founder5 dalam formasi lengkap. Penonton tetap bertahan hingga akhir dan memberikan standing applause.

The Founder5 II membuktikan bahwa komedi bisa dikemas megah tanpa kehilangan kedekatan emosional. Malam itu menjadi perayaan tawa, perjalanan panjang, dan perpisahan yang terasa hangat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.