Menantikan RDG BI, Selasa 19 Agustus 2025

Selasa, 19 Agu 2025, 09:10 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di­perkirakan cenderung datar usai libur panjang peringatan HUT ke-80 RI. Investor diperkirakan cenderung wait and see atau menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank In­donesia (RDG BI) pada pertengahan pekan ini.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, meli­hat rupiah berpotensi bergerak sideways pada awal pekan ini, terdorong sentimen menjelang pengumuman RDG BI pada 20 Agustus mendatang. Dia memproyeksikan kurs ru­piah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (19/8), ber­gerak di kisaran 16.075 – 16.225 rupiah per dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, nilai tukar ru­piah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (15/8) di Jakarta melemah sebe­sar 54 poin atau 0,33 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.169 rupiah per dollar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pe­lemahan kurs rupiah seiring memudarnya ekspektasi penu­runan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed). “Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh faktor global, (yakni) ke­naikan angka inflasi produsen AS tidak sesuai dengan ekspek­tasi pasar, yang berakibat pada memudarnya ekspektasi pe­nurunan suku bunga oleh The Fed dan kenaikan index dollar,” katanya di Jakarta.

Mengutip Anadolu, tercatat data inflasi produsen naik men­jadi 3,3 persen year on year (yoy) pada Juli 2025, di atas ekspekta­si pasar sebesar 2,5 persen. Se­cara bulanan, inflasi produsen berada di angka 0,9 persen pada Juli, di atas estimasi pasar sebe­sar 0,2 persen.

Sebelumnya, tingkat inflasi konsumen tahunan di AS men­capai 2,7 persen pada Juli 2025, di bawah ekspektasi pasar se­besar 2,8 persen. Adapun ting­kat inflasi bulanan mencapai 0,2 persen.

Hal ini membuat CME Fed­Watch Tool memperkirakan probabilitas di atas 95 persen atas penurunan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) pada pertemuan dewan ke­bijakan The Fed atau Fede­ral Open Market Committee (FOMC), September 2025. Na­mun, data inflasi produsen AS yang membaik melemahkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed pada bulan depan.

Melihat faktor domestik, sentimen positif dinilai data dari pidato Presiden RI Prabo­wo Subianto dalam agenda Penyampaian Pengantar/Kete­rangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuang­annya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen.

“Harapan penguatan eko­nomi tahun depan lebih op­timis pada pidato Presiden Prabowo dan direspons positif di pasar saham yang naik ta­jam,” ucap Rully.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.