Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PEFINDO Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tetap Solid dan Penerbitan Obligasi Korporasi Meningkat pada 2026

📅 Selasa, 16 Des 2025, 18:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
PEFINDO Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tetap Solid dan Penerbitan Obligasi Korporasi Meningkat pada 2026 Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto menyampaikan pemaparannya dalam Media Forum Pefindo, di Jakarta, Selasa (16/12).

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun mendatang mencapai 5,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan rentang kisaran antara 4,9 persen hingga 5,3 persen yoy.

Kepala Divisi Riset Ekonomi/Chief Economist Pefindo Suhindarto menyatakan, proyeksi tersebut mengindikasikan bahwa perekonomian domestik diprediksi akan tetap solid meskipun bayang-bayang perlambatan ekonomi global masih berlanjut.

“Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat ini didukung oleh kebijakan moneter dan fiskal yang lebih ekspansioner,” ujarnya dalam Media Forum Pefindo, di Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan, pertumbuhan tersebut juga didukung oleh terjaganya berbagai indikator lain, seperti tingkat inflasi dan suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate).

Pihaknya memprediksi tingkat inflasi pada 2026 berada pada rentang 2-3 persen dengan titik tengah di 2,5 persen, sesuai dengan target pemerintah.

Pefindo juga memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga lanjutan oleh BI pada tahun depan, karena masih adanya ruang untuk menerapkan kebijakan tersebut.

“Di tahun depan bisa jadi rentang suku bunga acuannya akan bergerak di antara skenario paling bullish-nya (optimisnya) mungkin di 4 persen, sementara skenario yang kurang bullish itu di 4,5 persen. Jadi, (BI-Rate) antara 4,25-4,5 persen,” kata Suhindarto.

Meskipun secara umum perekonomian nasional tetap solid pada tahun mendatang, ia mengatakan masih terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai.

Ia menuturkan, perekonomian global pada tahun depan diperkirakan masih akan mengalami tren perlambatan.

Pada Oktober lalu, International Monetary Fund (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2026 menjadi 3,1 persen, sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada 2025 yang diprediksi sebesar 3,2 persen.

Suhindarto menyatakan, perlambatan global tersebut dikarenakan masih adanya risiko geopolitik, fragmentasi geoekonomi, serta ketidakpastian kebijakan perdagangan antarnegara.

Walaupun ketidakpastian akibat kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat (AS) mulai mereda, ia menilai hal tersebut masih menjadi sorotan utama yang dapat mempengaruhi kinerja ekspor dan investasi Indonesia.

Risiko lainnya yang perlu diwaspadai adalah dampak dari fluktuasi harga komoditas global terhadap neraca perdagangan Indonesia.

Selain itu, inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah juga akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral utama dunia, seperti The Fed.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.