Emas Kembar Tenis Beregu Diharapkan Berlanjut di Perorangan

Selasa, 16 Des 2025, 02:12 WIB

JAKARTA – Kontingen Indonesia sukses mengawinkan emas berebu pura-putri untuk cabang olahraga tenis. Ini merupakan keberhasilan yang menggambarkan kebangkitan tenis tanah air di SEA Games 2025 Thailand. Sukses beregu ini diharapkan berlanjut ke nomor perorangan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Indonesia (PP Pelti) Nurdin Halid. Dia menyebut keberhasilan menyapu emas beregu putra dan putri merupakan cerminan kekuatan kolektif tenis Indonesia. "Ini kebanggaan Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan tenis nasional berada di jalur yang tepat," katanya di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: berpacu di nomor perorangan — Sumber: ist

Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya menunjukkan keunggulan atlet di lapangan, tetapi juga mencerminkan hasil dari sistem pembinaan yang konsisten dan terarah. Capaian tersebut juga disambut luas sebagai kebanggaan Indonesia di tingkat regional. Dia yakin capaian ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat dukungan negara.

Dia menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan federasi olahraga dalam menciptakan ekosistem pembinaan berkelanjutan. Sektor perorangan ada harapan dengan andalan tunggal putri lewat Janice Tjen dan ganda Aldila/Janice. Di nomor putra juga diharapkan akan mendulang emas.

Lebih Awal

Sukses juga dipetik tim atletik yang berhasil mencapai target perolehan medali SEA Games 2025 Thailand lebih awal. Atletik mengoleksi tujuh emas, tiga perak, dan dua perunggu hingga Minggu (14/12) kemarin. Targetnya adalah tiga emas. "Capaian hingga hari keempat menunjukkan bahwa target yang ditetapkan terlampaui lebih cepat," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan.

Atletik Indonesia memulai perjalanan berkompetisi pada hari pertama dengan satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Atlet Diva Renatta Jayadi menjadi sorotan setelah tampil gemilang meraih emas nomor lompat galah putri lewat lompatan 4,35 meter. Dia sekaligus melampaui rekor SEA Games dan rekor nasional.

Momentum kemenangan berlanjut pada hari kedua lewat dominasi nomor 100 meter gawang putri, di mana Dina Aulia meraih medali emas memaksa seniornya Emilia Nova harus berpuas dengan perak saja. Pada hari yang sama, Idan Fauzan Richsan turut menyumbangkan medali perunggu dari nomor dasalomba putra.

Pada hari Sabtu (13/12), Maria Natalia Londa kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu atlet Indonesia tersukses di ajang SEA Games dengan meraih emas nomor lompat jangkit putri melalui lompatan sejauh 13,85 meter. Medali tersebut sekaligus medali ke-17 Maria sepanjang partisipasinya di SEA Games.

Panen besar terjadi pada hari keempat, Minggu (14/12), saat atletik Indonesia menyapu medali emas dari empat nomor yang dipertandingkan. Robi Syianturi dan Odekta Elvina Naibaho lebih dulu mengawinkan emas maraton putra-putri. Kemudian, Hendro Yap dan Violine Intan melakukan hal serupa di nomor jalan cepat 20.000 meter. Itu merupakan pencapaian bersejarah bagi atletik Indonesia, yang untuk pertama kalinya bisa mengawinkan emas nomor jalan cepat dan maraton secara bersamaan dalam satu edisi SEA Games. Cabang atletik masih dilombakan Selasa (16/12). Bulu tangkis juga melampaui target dua emas menjadi tiga emas lewat beregu putra, tunggal putra, dan ganda putra.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.