Ekraf Tech Summit 2025 Dorong Mobilitas dengan Teknologi Kreatif
📅 Selasa, 16 Des 2025, 21:32 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Ekraf Tech Summit 2025 untuk mendorong pemanfaatan teknologi kreatif dalam menjawab tantangan mobilitas nasional.
Menteri Ekraf Teuku Riefky di Jakarta, Selasa (16/12), mengatakan pembangunan infrastruktur bukan hanya yang berbentuk fisik, namun, juga tentang pendekatan yang lebih holistik serta kolaborasi lintas sektor.
"Tantangan pembangunan tidak dapat dijawab dengan pendekatan konvensional semata. Infrastruktur dan mobilitas tidak cukup hanya bertumpu pada beton dan baja, tetapi juga memerlukan data, desain, dan teknologi yang berpusat pada kreativitas manusia,” ujar Menteri Ekraf Riefky.
Ekraf Tech Summit 2025, yang berlangsung pada 16–17 Desember 2025 dan bertema Creative Technology for Smarter Mobility, menampilkan kolaborasi hexahelix dengan pemerintah berperan sebagai orkestrator dan katalis, yang didukung mitra internasional dan mitra nasional, regulator dan sektor keuangan termasuk Otoritas Jasa Keuangan. Kolaborasi dilakukan antarkementerian dan lembaga untuk sinkronisasi kebijakan dari hulu ke hilir, kreator sebagai sumber ide, serta investor yang mendorong komersialisasi dan keberlanjutan inovasi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kementerian Ekraf menyelenggarakan Ekraf Tech Innovation Challenge 2025 yang berfokus pada pengembangan solusi inovatif di sektor transportasi dan mobilitas cerdas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Deputi Bidang Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf Neil El Himam menjelaskan bahwa Ekraf Tech Summit 2025 dirancang sebagai ruang interaksi strategis bagi berbagai pemangku kepentingan.
"Ekraf Tech Summit 2025 menjadi platform untuk mengenali tantangan mobilitas cerdas di Indonesia, menampilkan inovasi teknologi kreatif, serta memperkuat konektivitas antara startup, investor, dan pemangku kepentingan lain. Melalui acara ini, para inovator dapat memperluas akses pasar, menarik investasi, dan menguji ide-ide mereka dalam skala nyata,” ujar Neil.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti tantangan besar Indonesia dalam menghadapi urbanisasi, biaya logistik yang tinggi, keselamatan transportasi, serta dampak lingkungan, sehingga diperlukan pendekatan mobilitas di atas infrastruktur yang mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan pengalaman pengguna.
"Ini adalah terobosan yang sangat baik dan menjadi awal untuk menghadirkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Infrastruktur merupakan tulang punggung mobilitas, namun juga membutuhkan pemikiran kreatif dan inovasi teknologi agar sistem transportasi semakin aman, efisien, dan berpusat pada manusia," kata Menko AHY.
Dia menambahkan pendekatan strategis, integrasi kebijakan, dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Peran berbagai pihak, termasuk sektor ekonomi kreatif, sangat diperlukan untuk mendukung inovasi dan solusi nyata.
Dalam acara tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf menandantangani nota kesepahaman terkait kolaborasi riset dan pengembangan bisnis untuk mendorong inovasi climate technopreneurship dengan Global Green Growth Institute (GGGI).
Kementerian juga menandantangani nota kesepahaman dengan Perkumpulan Sistem Transportasi Cerdas Indonesia (ITS Indonesia) untuk pengembangan ekosistem mobilitas cerdas. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!