Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produktivitas Tenaga Kerja RI Harus Ditingkatkan

📅 Senin, 15 Des 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Umum Bidang Revitalisasi Vokasi, SDM, dan Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta, Rommy Heryanto, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tenaga kerja memang harus menjadi agenda utama pembangunan ekonomi nasional, sebagaimana disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam Indonesia Productivity Summit 2025.

Secara nasional jelas Rommy Indonesia sebenarnya telah memiliki Rencana Induk Produktivitas Nasional (RIPN) 2025-2029 sebagai dokumen strategis yang disusun oleh pemerintah melalui Bappenas dan Kementerian Ketenagakerjaan bersama Asian Productivity Organization (APO). RIPN tersebut menempatkan produktivitas sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“RIPN ini fokus pada peningkatan efisiensi, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia melalui empat pilar utama, yaitu people, process, product, dan policy, dengan target mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis Total Factor Productivity (TFP),” ujar Rommy.

Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan utama bukan pada ketiadaan kebijakan, melainkan pada implementasi di lapangan. Menurutnya, RIPN harus benar-benar dijalankan secara konsisten dan dijadikan rujukan oleh pemerintah daerah agar selaras dengan kondisi nyata di masing-masing wilayah.

“Tinggal bagaimana RIPN ini bisa dijalankan dan menjadi pegangan daerah untuk menyesuaikan dengan potensi, keunggulan, serta tantangan yang ada saat ini maupun ke depan,” kata Rommy.

Di tingkat daerah, peningkatan produktivitas tenaga kerja sangat bergantung pada penguatan sistem vokasi, pelatihan, dan keterlibatan dunia usaha agar kebutuhan industri benar-benar terjawab. Dengan demikian, produktivitas tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi hadir sebagai dampak nyata bagi daya saing ekonomi daerah dan nasional.

Sementara itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, produktivitas dalam literatur ekonomi sering dikaitkan dengan keberadaan capital per labor, human capital per labor. Oleh karena itu Labor memegang peranan penting.

Ketrampilan dan tingkat pendidikan menjadi faktor utama meningkatkan produktivitas. “Mutu pendidikan dan pelatihan mutlak ditingkatkan kualitasnya,” tegas Suhartoko.

Dia juga menegaskan perlunya pemerintah meningkatkan investasi padat karya untuk menekan jumlah pengangguran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.