Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produktivitas Tenaga Kerja RI Harus Ditingkatkan

📅 Senin, 15 Des 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Produktivitas Tenaga Kerja RI Harus Ditingkatkan Doc: antara
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan produktivitas berperan langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, selain investasi dan penyerapan tenaga kerja, sehingga perlu menjadi fokus kebijakan jangka panjang pemerintah.

>> Meskipun membaik, produktivitas tenaga kerja Indonesia menunjukkan masih berada di bawah rata-rata ASEAN. 

>> Produktivitas tenaga kerja Indonesia tercatat sekitar 26,6 ribu dollar Amerika Serikat (AS) per pekerja pada 2022.

JAKARTA - Peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing ekonomi di tengah persaingan global yang semakin ketat. 

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan produktivitas berperan langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, selain investasi dan penyerapan tenaga kerja, sehingga perlu menjadi fokus kebijakan jangka panjang pemerintah.

“Pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh produktivitas. Kalau produktivitas naik, daya saing kita juga akan meningkat,” kata Yassierli dalam acara Indonesia Productivity Summit 2025 di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan data produktivitas tenaga kerja Indonesia menunjukkan masih berada di bawah rata-rata ASEAN, meskipun tren pertumbuhannya terus membaik dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan paparan Kementerian Ketenagakerjaan, produktivitas tenaga kerja Indonesia tercatat sekitar 26,6 ribu dollar Amerika Serikat (AS) per pekerja pada 2022, lebih rendah dibandingkan rata-rata ASEAN yang mencapai sekitar 30,2 ribu dollar AS per pekerja.

Data juga menunjukkan pertumbuhan produktivitas Indonesia dinilai relatif setara dengan Malaysia dan Thailand, namun masih tertinggal dibandingkan Tiongkok, Vietnam, dan India dalam periode yang sama.

Kondisi tersebut sebutmya dipengaruhi struktur tenaga kerja nasional yang masih didominasi pekerja berpendidikan maksimal SMA, yang mencapai sekitar 85-86 persen dari total tenaga kerja.

Selain itu, ia menyoroti tingginya proporsi pekerja di sektor informal yang masih mencapai sekitar 60 persen, sehingga membatasi ruang peningkatan produktivitas secara agregat.

Menurut Yassierli, pemerintah akan memperkuat pendekatan bottom-up melalui intervensi langsung di tingkat perusahaan sebagai pelengkap strategi top-down seperti industrialisasi dan hilirisasi.

“Pendekatan bottom-up ini penting karena perbaikan produktivitas di level perusahaan, jika dilakukan secara luas, akan berdampak signifikan terhadap produktivitas nasional,” kata Menaker.

Ia menambahkan peningkatan produktivitas menjadi fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Agenda Utama

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.