Kemenbud Fasilitasi Dialog Keluarga Keraton Solo Pasca PB XIII Mangkat, KGPH Purbaya Tak Hadir
📅 Minggu, 14 Des 2025, 13:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Kemenbud
JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memfasilitasi ruang dialog bersama keluarga Keraton Solo dalam mendorong pelestarian cagar budaya.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon melakukan silaturahmi dan dialog tentang pelestarian Keraton Surakarta untuk membahas Keraton Solo setelah empat puluh hari berpulangnya PB XIII sekaligus mendengarkan aspirasi bersama.
“Kami telah mengundang seluruh pihak terkait persoalan ini, baru sebagian pihak yang hadir. Ke depan, kami akan kembali mengundang pihak lainnya. Kami berharap kondisi Keraton Solo lebih kondusif dan sebagai cagar budaya lebih terpelihara,” ujar Menbud Fadli Zon, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu.
“Keraton Solo merupakan situs cagar budaya nasional yang penting dalam perjalanan budaya dan peradaban bangsa,” tambah dia.
Dalam diskusi dan silaturahmi yang dilaksanakan di Jakarta itu, pemerintah mengundang seluruh pihak keluarga, termasuk KGPH Purbaya, istri Pakubuwono XIII, Panembahan Agung Tedjowulan selaku Maha Menteri, Ketua Lembaga Adat GKR Wandansari Koes Moertiyah dan KGPH Hangabehi. KGPH Purbaya dan isteri Pakubuwono XIII tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menbud Fadli Zon menyampaikan pada prinsipnya pemerintah sebagai fasilitator mendorong musyawarah keluarga terkait keberlanjutan keraton, termasuk persoalan penerus, manajemen, serta pengelolaan cagar budaya yang berada di lingkungan keraton.
Upaya ini dilakukan agar warisan budaya yang berstatus sebagai cagar budaya menjadi ekosistem budaya berkelanjutan.
Sementara itu, Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan mengatakan pascapemerintahan PB XII sempat terjadi dualisme kepemimpinan antara PB XIII dan dirinya, yang kemudian dimediasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk rekonsiliasi demi menjaga keutuhan keraton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menbud Fadli Zon menyampaikan pemerintah sangat peduli pada Keraton Solo dan mengikuti perkembangan yang terjadi. Pemerintah berharap semua pihak menahan diri dan tatap memegang musyawarah dan tradisi Keraton. Fadli berharap agar seluruh pihak di Keraton Solo dapat menempuh musyawarah mufakat.
Untuk sementara, proses tersebut difasilitasi oleh Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pemimpin interim.
Menbud menegaskan bahwa pemerintah mendorong revitalisasi keraton agar dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kebudayaan dan tradisi, didukung oleh tata kelola dan manajemen profesional yang ditunjuk pihak keraton sehingga kesejahteraan dan keberlanjutan keraton dapat terwujud.
Kementerian Kebudayaan tahun 2025 telah memfasilitasi revitalisasi Panggung Songgo Buwono yang didirikan abad ke-18 dan Museum Keraton Solo.
Lebih lanjut, Menbud Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengawal proses dialog dan musyawarah di lingkungan Keraton Solo secara inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah berharap seluruh pihak keluarga keraton dapat mengedepankan semangat persatuan dan kebersamaan demi menjaga marwah keraton sebagai warisan budaya bangsa, sekaligus memastikan pelestarian nilai-nilai sejarah dan tradisi Keraton Solo tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!