Generasi Wirausaha Berdaya, Kisah-kisah Pengusaha Muda Tumbuh Bersama Shopee
📅 Minggu, 14 Des 2025, 21:20 WIB | Oleh: Haryo BronoBaginya, rasa pedas itu bukan hanya di lidah, tetapi juga dalam berbagai tantangan dan perjalanan bisnisnya: dari proses produksi, pemasaran, hingga memenangkan kepercayaan konsumen di pasar kuliner yang sangat kompetitif.
Sampai akhirnya Sambal Nagih bergabung di Shopee, menjadi jembatan untuk mengantarkan rasa “rumah” ke lebih banyak keluarga di berbagai kota, sambil menjaga cita rasa budaya di tengah modernisasi.
Intresse, Menjaga Budaya
Sementara Susanne Melvina, Intresse menambah warna lain dalam video, yang berangkat dari kecintaan mendalam terhadap tenun. Dari awal, pendirinya percaya bahwa kain bukan sekadar kain, setiap helai menyimpan cerita, warisan budaya, dan harapan untuk generasi berikutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun keyakinan itu tidak serta-merta menghapus kekhawatiran tentang pertanyaan: “Masih ada ruang kah untuk tenun di zaman sekarang?”. Di tengah tren fashion modern, ada rasa takut bahwa budaya justru perlahan terlupakan.
Namun kekhawatiran itu pula yang akhirnya menjadi alasan untuk terus bergerak. Bersama Shopee, Intresse menemukan cara baru untuk lebih dekat dengan para pelanggan khususnya generasi muda. Saat ini, produknya bisa terjual dari Aceh hingga Papua.
Demodas, Pejuang Masa Depan
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada pula sosok di balik Kacamata Demodas, Priyanto Utomo atau di panggil Tommy yang memulai usaha dengan keyakinan bahwa kacamata tidak hanya membantu orang melihat lebih jelas, tetapi juga tampil percaya diri dengan gaya mereka.
Perjalanannya tidak mudah. Menjual kacamata itu cocok-cocokan: orang ingin mencoba dulu, melihat apakah bentuknya pas di wajah. Belum lagi stigma bahwa brand lokal kacamata sering dianggap sebelah mata.
Di tengah tantangan tersebut, Shopee menjadi ruang baru untuk menunjukkan kualitas: memperkenalkan frame secara live, menjawab pertanyaan real-time, dan memberikan edukasi mengenai kacamata kepada para pelanggan.
Bukipet, Kreativitas Tanpa Batas
Bukipet juga tumbuh dari mimpi besar dan cinta pada hewan. Di usia 25 tahun, Asep Ruswandi memulai bisnis pakaian, mainan, dan perawatan hewan, berangkat dari keyakinan sederhana bahwa hewan peliharaan juga layak mendapat kenyamanan.
Walaupun bisnis ini kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sulit untuk mendapatkan panggung, Asep tetap memilih untuk percaya pada mimpinya. Shopee membuat perjalanan itu menjadi lebih mudah, mempertemukan produknya dengan para pecinta hewan, membuka ruang interaksi yang lebih personal, dan mempercepat kepercayaan konsumen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!