Punya Keunggulan, RI Harus Naikan Positioning Saat Bernegosiasi dengan AS!
📅 Jumat, 12 Des 2025, 06:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Saya akan menggelar pembicaraan dengan mitra di Indonesia besok pagi ... untuk membicarakan perkembangan. Anda tahu, saya ingin melihat kesepakatan ini selesai," kata Greer di sebuah diskusi daring bersama wadah pemikir Dewan Atlantik, Rabu (10/12)
"Saya pikir hal tersebut sesuai dengan kepentingan mereka, begitu pula dengan kami," ucap USTR dalam diskusi yang membahas setahun kebijakan perdagangan global AS di bawah Presiden Donald Trump itu.
Ia meyakini bahwa Indonesia dapat menyusul Malaysia dan Kamboja, dua negara yang sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dagang dengan AS di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, Oktober lalu.
"Saya ingin melihat Indonesia ada di posisi yang sama. Saya pikir negara tersebut adalah pasar ekspor yang bagus. Ada sejumlah hal ... dari Indonesia yang kami inginkan," kata USTR.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pejabat AS itu juga berkata bahwa diskusi dengan pihak Indonesia terikat dengan kesepakatan kerahasiaan.
Tidak ada perkembangan
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira mengatakan, negosiasi dagang indonesia dengan AS terbilang cukup memakan waktu yang panjang. Dibanding Malaysia, jauh lebih cepat sehingga banyak manfaat bagi pelaku usaha Malaysia dibanding Indonesia terutama di sektor sawit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Persoalan terletak pada tim negosiasi yang serba tanggung. Menko perekonomian cukup lemah memimpin negosiasi. Kalau pemerintah tidak niat ya tinggalkan AS dan beralih ke Uni Eropa yang sudah punya kesepakatan IEU Cepa atau Kanada yang juga punya kerjasama serupa dengan indonesia.
"Posisi Indonesia yang maju mundur membuat energi untuk negosiasi terkuras. Padahal banyak peluang penting untuk diversifikasi negara tujuan ekspor,"tandas Bhima
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!