Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Ubah Keunggulan Komparatif Jadi Kompetitif

📅 Jumat, 12 Des 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi Ubah Keunggulan Komparatif Jadi Kompetitif Doc: ANTARA/JESSICA WUYSANG
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso (keempat kanan) didampingi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (ketiga kanan) saat meninjau harga daging ayam dalam kunjungan kerja di Pasar Flamboyan, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (11/12).

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menekankan bahwa hilirisasi rempah merupakan langkah strategis untuk mendorong transformasi dari keunggulan komparatif menuju keunggulan kompetitif, sehingga rempah Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Menurut dia, jika hanya mengandalkan keunggulan komparatif dari hasil rempah mentah, maka Indonesia tidak akan bisa bersaing dengan negara produsen rempah utama seperti India dan Tiongkok.

"Jika keunggulan kita hanya komparatif, kita tidak bisa mengalahkan India dan Tiongkok. Kalau kita punya keunggulan kompetitif pun, kita masih bersaing ketat dengan Tiongkok," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (11/12).

Kementerian Perdagangan (Kemendag), lanjut dia, menyambut baik peluncuran Peta Jalan Rempah 2025-2045 yang diinisiasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas). Komoditas yang disasar dalam peta jalan rempah adalah pala, lada, cengkeh, kayu manis, vanili, dan temulawak.

Langkah strategis itu dinilai krusial untuk mengembalikan kejayaan rempah Nusantara dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Ia menegaskan kementeriannya yang berada di sektor hilir memiliki peran dan tugas untuk memasarkan. Namun, tantangan utama muncul ketika produk yang dipasarkan masih berupa bahan mentah atau komoditas tanpa nilai tambah.

Menurut dia, hilirisasi rempah harus menjadi basis (resource based) untuk menciptakan produk bernilai tambah. Nantinya, hal tersebut dapat memberikan keunggulan kompetitif yang dibutuhkan untuk menembus pasar internasional.

"Jadi kalau ekspor, resource based-nya juga harus dipikirkan. Resource based-nya adalah hilirisasi ini. Jadi kalau kita sudah hilirisasi, berarti kita mempunyai keunggulan kompetitif," tutur dia.

Kemendag pun melakukan sejumlah langkah strategis untuk mendorong perdagangan rempah ke pasar global, di antaranya dengan membuka akses pasar ekspor melalui berbagai perjanjian dagang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.