Garuda Muda Harus Menang 3-0
📅 Jumat, 12 Des 2025, 07:50 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANTARA/Nova Wahyudi
JAKARTA - Tim Indonesia U-22 melakoni laga paling krusial di SEA Games 2025. Kekalahan menyakitkan dalam laga pertama membuat posisi Garuda Muda terancam. Kini, hanya satu hasil yang harus diwujudkan saat menghadapi Myanmar U-22 dalam pertandingan pamungkas Grup C di Stadion 700th Anniversary, Jumat (12/12) malam WIB. Garuda Muda wajib menang, atau angkat koper lebih cepat dari Thailand.
Peluang Indonesia untuk lolos ke semifinal masih terbuka karena dalam laga terakhir Grup B, Vietnam mengalahkan Malaysia 2-0. Dengan hasil ini, Vietnam keluar sebagai juara Grup B dan lolos ke semifinal. Sementara Malaysia menjadi runner-up Grup B dengan nilai 3 dan selisih gol plus 1.
Kemenangan Vietnam membuat peluang Indonesia masih terbuka untuk lolos sebagai runner up terbaik. Syaratnya, Indonesia harus mengalahkan Myanmar dengan selisih tiga gol.
Jika ini terjadi, skuad Garuda Muda akan lolos berbekal tiga poin dengan selisih gol plus 2. Sebab, posisi Indonesia saat ini ada di peringkat kedua Grup C dengan nilai nol dan selisih gol minus satu.
Indonesia memulai perjalanan dengan langkah terseok. Dominasi permainan saat menghadapi Filipina tidak berbuah hasil setelah sundulan Otu Banato, memanfaatkan lemparan ke dalam panjang, mengunci kemenangan 1-0 bagi lawan. Kekalahan itu menempatkan Indonesia sebagai juru kunci di grup kecil berisi tiga tim, sekaligus membuka jalan yang terjal menuju semifinal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peluang Indonesia kini bergantung pada jalur runner-up terbaik dari tiga grup, sebuah skenario yang tak sepenuhnya berada dalam kendali tim asuhan Indra Sjafri. Meski demikian, Indra menegaskan seluruh fokus hanya diarahkan pada laga kontra Myanmar. “Kemenangan sangat penting. Soal hasil grup lain, kami tidak bisa mengendalikannya,” tegasnya.
Seluruh pemain telah menjalani pemulihan intensif, sementara sesi latihan beberapa hari terakhir difokuskan pada perbaikan disiplin taktik dan penyelesaian akhir. Ivar Jenner, Dion Markx, Mauro Zijlstra, Rafael Struick, dan Dony Tri Pamungkas diproyeksikan tampil sejak menit awal.
Secara kualitas individu, Indonesia masih lebih unggul. Namun Myanmar bukan lawan yang dapat diremehkan. Tim muda Negeri Seribu Pagoda itu dikenal disiplin, agresif, dan mengandalkan transisi cepat. Kapten Zaw Win Thein akan menjadi motor permainan, dibantu Ar Kar Kyaw, Saw Myo Zaw, serta dua penyerang muda yang mengandalkan kecepatan menusuk dari sayap. Dalam tekanan seperti ini, statistik delapan kemenangan Indonesia dari 13 pertemuan sebelumnya tidak lagi menjadi jaminan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nasib Indonesia juga dipengaruhi hasil di Grup A dan B. Garuda Muda berharap Thailand tidak kalah dari Singapura agar Timor Leste tidak melesat dengan poin aman. Namun lebih rumit lagi di Grup B: jika Vietnam dan Malaysia bermain imbang, keduanya akan mengemas empat poin dan langsung lolos, menutup rapat peluang Indonesia. Di tengah berbagai tekanan eksternal itu, para pemain memilih tetap optimistis. Striker Rafael Struick menegaskan pentingnya laga penentu ini.
“Pertandingan yang sangat penting. Kita harus menang tentunya,” ujarnya. Meski menyayangkan kekalahan dari Filipina, Struick menyebut peluang Indonesia belum sepenuhnya habis. “Tidak semuanya di tangan kita, tapi kami masih punya peluang seratus persen,” katanya.
Benahi Mental
Di luar lapangan, perubahan pendekatan juga terjadi di kubu ofisial tim. Manajer Tim Indonesia U-22, Sumardji, mengakui dirinya akan mengikuti metode tegas ala Shin Tae-yong dalam membangun mental pemain. Kekalahan dari Filipina menjadi titik evaluasi bahwa pendekatan lembut yang dia terapkan sebelumnya tidak menghasilkan agresivitas yang diinginkan.
“Ternyata anak seusia 22–23 tahun itu memang butuh tekanan. Tidak bisa terlalu longgar. Saya akan mencontoh apa yang dilakukan Shin Tae-yong,” ucapnya. Dia menambahkan, “Kemarin saya agak kendor supaya anak-anak rileks. Ternyata tidak bisa.”
Kesadaran itu membuatnya kini lebih tegas mengawasi persiapan tim. Tidak ada ruang untuk kesalahan kecil, karena satu kelengahan dapat mengubur asa Indonesia di turnamen ini. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!