Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenekraf: RI Berpeluang Jadi Pusat Fesyen 'Modest' dan Berkelanjutan

📅 Selasa, 09 Des 2025, 22:57 WIB | Oleh:
Wamenekraf: RI Berpeluang Jadi Pusat Fesyen 'Modest' dan Berkelanjutan Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Romi Astuti (kiri), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar (tengah), dan Deputi Bidang Kreatifitas Budaya dan Desain Kemenekraf Yuke Sri Rahayu (kanan), berswafoto usai gelaran ASIK (Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia) Fashion Connect 2025 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Selasa (9/12).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat mode (fashion hub) dunia, terutama dalam dua segmen yang tengah naik daun: modest fashion (busana santun) dan sustainable fashion (fesyen berkelanjutan).

“Kalau kita bicara modest fashion, semua orang melihatnya ke Indonesia. Modest fashion juga bukan busana Muslim, namun pada dasarnya adalah busana berpotongan sopan, dan semua orang memakainya, dan kita melihat langsung bahwa Singapura, Malaysia, Brunei itu melihat kiblatnya ke Indonesia. Kalau mereka ingin tahu tren terbaru, ya ke Indonesia,” kata Irene ditemui usai gelaran ASIK (Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia) Fashion Connect 2025 di Jakarta, Selasa (9/12).

Selain dunia yang kini memandang Indonesia sebagai rujukan utama dalam modest fashion, ia menekankan bahwa di bidang sustainable fashion, yang telah menjadi tren fesyen global, Indonesia disebut memiliki keunggulan pada ketersediaan bahan baku ramah lingkungan.

Pada beberapa peragaan busana, desainer telah memanfaatkan kain perca, material berkelanjutan, hingga pewarna alami berbasis sumber daya lokal. Ia menilai pendekatan ini dapat menjadi solusi terhadap dominasi fast fashion global yang tengah mendapat sorotan karena dampak lingkungannya.

Irene menekankan bahwa keunggulan kreativitas, keragaman budaya, hingga potensi bahan baku lokal menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat strategis dalam industri fesyen global.

“Tren fesyen saat ini menggunakan material berkelanjutan, misal, menggunakan pewarna alami. Pewarna alami dan bahan baku yang ada di Indonesia itu sangat melimpah. Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana kita mengintegrasikan itu? Kembali ke cara kita menggunakan kearifan lokal dari nenek moyang kita untuk digunakan dalam fesyen modern,” kata dia.

“Itu bisa menjadi solusi potensial untuk fast fashion yang sangat marak di dunia saat ini.” Wamenekraf menambahkan.

20251209225524_2.jpg

Pagelaran busana jenama lokal dalam acara ASIK (Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia) Fashion Connect 2025 yang diusung Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Selasa (9/12). Antara/Pamela Sakina

Lebih lanjut, Irene juga menjelaskan bahwa permintaan internasional terhadap produk fesyen Indonesia sebenarnya sudah terjadi, salah satunya dari pasar Timur Tengah.

“Banyak sekali, sampai ke Dubai, sampai ke Timur Tengah, mereka itu sangat berharap (produk) Indonesia itu bisa sampai ke sana. Mereka ingin belanja,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan tingginya minat global sekaligus kebutuhan untuk memperkuat standar ekspor dan ketersediaan informasi mengenai jenama lokal.

Menurutnya, beberapa merek Indonesia telah membuktikan kemampuan untuk menembus pasar global. Pemerintah juga ingin memperluas peluang tersebut melalui inisiatif seperti Ekraf Hunt dan ASIK, program yang dirancang sebagai cikal bakal direktori kreatif untuk membantu jenama Indonesia ditemukan pasar internasional.

“Kita tidak mau hanya seremonial, kita ingin melakukan sesuatu yang berkelanjutan,” tegas Irene.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.