Presiden Prabowo Setuju Rp60 Juta per Rumah untuk Perbaiki Hunian Pengungsi yang Rusak
Senin, 08 Des 2025, 18:38 WIBBANDA ACEH - Presiden Prabowo Subianto setuju menganggarkan 60 juta rupiah per rumah untuk membantu para pengungsi memperbaiki hunian mereka yang rusak ataupun hancur karena longsor dan banjir bandang.
Dalam rapat koordinasi bencana di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Minggu (7/12) malam, Presiden Prabowo menerima laporan mengenai pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang diperuntukkan kepada para pengungsi banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
âPer hari ini, Bapak Presiden, rumah masyarakat yang rusak itu sampai 37.546 rumah baik yang rusak berat â rusak berat ini termasuk yang hilang kena sapu banjir â kemudian rusak sedang, dan rusak ringan,â kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto kepada Presiden Prabowo saat rapat.
Suharyanto melanjutkan data tersebut belum final, karena pendataan masih terus dilakukan oleh BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB kemudian mengusulkan hunian sementara yang diperuntukkan kepada pengungsi nantinya dibangun oleh anggota TNI dan Polri yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) penanggulangan bencana, sementara hunian tetap untuk mereka, pembangunannya diserahkan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
âKemudian yang tidak pindah, karena mungkin banjirnya, dampaknya tidak terlalu besar bagi keluarga itu sehingga tidak harus pindah, tetapi rumahnya rusak, kami perbaiki oleh satgas BNPB,â kata Suharyanto saat memberikan laporan kepada Presiden dalam rapat yang sama.
Terkait anggaran, BNPB mengajukan 60 juta rupiah per rumah kepada Presiden Prabowo. âIni hunian tetap anggaran 60 juta rupiah cukup?â tanya Presiden ke Suharyanto.
âSelama ini cukup, tetapi kalau memang Bapak Presiden ingin menambahkan kami lebih senang,â kata Kepala BNPB.
âRp60 juta karena tidak relokasi, Bapak. Nanti penerima bisa nambah dengan uangnya sendiri. Mungkin punya keluarga di kampung, punya anak yang punya gaji mau nambah, bisa. Tetapi, (kami) tidak (memberikannya) dalam bentuk uang, karena khawatir kalau bentuk uang jadi yang lain,â kata Kepala BNPB.
âOke, mungkin tentunya kita hitung kenaikan harga ya, inflasi, dan sebagainya,â ujar Presiden memberikan instruksi kepada Kepala BNPB soal pembangunan hunian tetap untuk para pengungsi.
Sementara itu, untuk hunian sementara, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp30 juta per rumah. Rumah yang dibangun berukuran 36 meter persegi lengkap dengan fasilitas kamar, sarana MCK, dan ruangan lainnya.
- Korban Bencana Alam
- Presiden Prabowo
- Rp60 Juta per Rumah
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Jamkrindo Gelar Safari Ramadan Bagikan Ribuan Sembako dan Santunan
-
Selandia Baru Hajar Chile, Catat Kemenangan Bersejarah Jelang Piala Dunia
-
Bansos Nenek Tukiyem Diganjal Anak Kades, Giliran Kades Diincar Wali Kota Bengkulu
-
Manchester United Taklukkan Aston Villa 3-1 di Old Trafford
-
Bappenas Harap Sekolah Unggul Garuda Berdiri di Papua Pegunungan
-
Di Sidang Kabinet, Presiden Prabowo Minta Persiapan Lebaran Benar-Benar Matang
-
SPMB DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Disdik Sediakan Kuota 245 Ribu Kursi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.