Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Enam Desa di Parigi Moutong Sulawesi Tengah Terdampak Banjir Rob

📅 Senin, 08 Des 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Enam Desa di Parigi Moutong Sulawesi Tengah Terdampak Banjir Rob Doc: Antara
Ket. Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai.

Parigi, Sulteng - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan sekitar enam desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terdampak banjir rob di picu tinggi permukaan air laut meningkat di daerah tersebut pada Minggu (7/12).

"Rob peristiwa berulang, kami sudah melakukan upaya penanganan lapangan," kata Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Senin.

Ia mengemukakan enam desa terdampak tersebar di tiga kecamatan yakni, Desa Labuan, Desa Moutong Timur dan Desa Moutong Barat Kecamatan Moutong, kemudian Desa Tingulang dan Desa Tomini Barat Kecamatan Tomini, lalu Desa Palasa Tengah, Kecamatan Palasa masing-masing terdampak di dusun 1.

Dilaporkan hasil asesmen terbaru dari peristiwa itu sebanyak 116 Kepala Keluarga (KK) atau 379 jiwa terdampak Rob di Desa Labuan, sedangkan Desa Moutong Timur satu unit rumah warga rusak berat dan dua rumah rusak ringan.

"Tidak ada warga meninggal dunia maupun warga mengungsi di Kecamatan Moutong. Begitu pun fasilitas umum tidak ada yang rusak," ujarnya.

Kemudian Dusun 1 Desa Tingkulang 17 KK dengan jumlah jiwa 59 orang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut, dua orang diantaranya terpaksa diungsikan ke rumah kerabat mereka.

Dusun 1 Desa Tomini Barat 11 KK dengan jumlah jiwa 32 orang terdampak, 25 rumah rusak ringan, kemudian 27 KK dengan jumlah jiwa 117 orang di Dusun 2 juga terdampak, dua unit rumah warga di Desa Tingkulang mengalami rusak ringan.

"Desa Palasa Tengah kurang lebih 40 KK dengan jumlah jiwa 160 orang menjadi korban banjir rob, selain itu fasilitas umum yakni SD Inpres 5 Palasa dan Paud Tunas Bangsa 2 Palasa ikut terdampak," ucapnya.

Ia menjelaskan, cuaca ekstrem dapat mempengaruhi peningkatan muka air laut, sehingga dapat menimbulkan banjir rob.

"Hingga kini kami masih melakukan pemantauan. Kami juga telah mengimbau warga pesisir tetap waspada terhadap fenomena itu. Bila genangan rob semakin tinggi sebaiknya berlindung ditempat aman," tutur Rivai.

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada penyaluran bantuan logistik, karena situasi masih aman.

"Bulan November kami telah menyalurkan bantuan logistik ke pada warga di wilayah tersebut, dengan kejadian yang sama," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.